Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Ketua Asluchul Alif memberikan keterangan terkait anggaran penanganan Corona. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik melakukan langkah cepat untuk mencegah masuknya virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Gresik.
Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan, pihaknya telah merekomendasi anggaran kedaruratan yang ada di Badan Penanggulangam Bencana (BPBD) Gresik dialokasikan untuk kebutuhan pencegahan penyebaran Corona di kota wali dan santri ini.
BACA JUGA:
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
- Bupati Gresik dan Dewan Komitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan Poros Desa
- Usai Viral Ketua DPRD Gresik Ajak Pendemo Berkelahi, Kini Muncul Tagar PrayForSyahrul di Medsos
"Totalnya mencapai Rp 2 miliar. Anggaran pos kedaruratan itu bisa digunakan untuk penanganan kasus Covid-19," ujar Yani, didampingi Wakil Ketua DPRD Asluchul Alif saat memberikan keterangan pers, Jumat (20/2) sore.
Pada kesempatan ini, Gus Yani juga menyinggung efek menurunnya perekonomian di Kabupaten Gresik pasca wabah Corona yang telah menelan 309 korban (positif), dan 25 meninggal dunia se-Indonesia.
Menurutnya, perekonomian lokal Gresik cukup terdampak pandemi Corona. Aktivitas perekonomian seperti mall, perhotelan, mini market, pasar, warung, pedagang asongan, dan pedagang kaki lima mulai sepi.
"Jangan sampai kondisi seperti ini sampai menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Makanya harus diantisipasi," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




