Kamis, 02 April 2020 23:07

Begini Jawaban Kadinsos Sumenep Soal Isu Beras Plastik

Jumat, 14 Februari 2020 22:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Alan Sahlan
Begini Jawaban Kadinsos Sumenep Soal Isu Beras Plastik
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep Moh. Iksan.

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Maraknya isu beras plastik yang sempat viral dan beredar di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, akhirnya menemui titik terang. Isu tersebut dinyatakan tidak benar. Beras yang beredar itu tidak mengandung plastik seperti yang dikhawatirkan masyakarat.

Berdasarkan hasil laboratorium di Jawa Timur, tidak ditemukan unsur plastik yang dikandung dalam beras sampel yang dikirim melalui Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Menurut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Moh. Iksan kepada sejumlah awak media, Jumat (14/2), sesuai hasil laboratorium yang baru diterima Kamis (13/2) kemarin, terhadap beras sampel yang dikirim sejak tanggal 30 Januari lalu, tidak ditemukan mengandung bahan plastik.

"Hasil laboratorium menyatakan tidak ada unsur plastik, namun beras tersebut masuk kategori beras premium sesuai standar yang ditetapkan dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," terang Iksan usai pertemuan dengan pihak kepolisian dan kejaksaan di kantornya.

Dari hasil laboratorium tersebut, akan disosialisasikan kepada masyarakat di kepulauan Arjasa. Hal itu untuk menjawab keresahan masyarakat yang masih belum mengetahui hasil laboratorium yang dilakukan tersebut.

Ditambahkan Iksan, untuk teknis penyaluran BPNT berikutnya diserahkan kepada supplier dengan e-warong seperti apa. Apakah beras yang sudah ada itu yang akan disalurkan, atau akan diganti dengan beras lainnya. 

"Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengetahui, apakah beras tersebut mengandung plastik atau beras murni," imbuhnya.

Ada empat langkah untuk mendeteksi beras, yang pertama, beras asli jika dimasukkan dalam air akan tenggelam, sedangkan plastik mengambang. Kedua, melalui baunya.

"Kemudian ada perubahan warna pada air rendaman beras yang merupakan zat karbohidrat berwarna putih. Kemudian dibakar jelas akan kelihatan plastik, dan terakhir bisa dilakukan dengan dimasak bubur. Bila kaku dan keras, berarti plastik. Itulah keempat ciri beras plastik,” pungkasnya. (aln/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...