Petugas gabungan berjibaku mengangkat pohon tumbang di dam telusur. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE
Petugas tak patah arang. Mereka berjibaku sampai sore, meski menjelang malam debit air terus meningkat. Untuk mengantisipasi keadaan tidak diinginkan, maka eksekusi pohon raksasa itu pun dihentikan dan akan dikordinasikan kembali esok hari.
Hajah Eni, seorang warga setempat mengungkapkan harus ada sesajen dalam eksekusi ini. "Dam Telusur tidak bisa dianggap enteng, karena dam ini merupakan dam keramat. Oleh karenanya harus dimulai dengan doa, bahkan harus dengan sesembahan sesaji jika perlu," terang Eni.
Diberitakan sebelumnya, sebuah pohon raksasa yang hanyut terbawa derasnya arus Sungai Brangkal mengancam jembatan Juritan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto. Warga di daerah tersebut dibuat was-was oleh keberadaan pohon tua berumur ratusan tahun yang tersangkut dam Telusur tersebut.
Pohon beserta material banjir dikhawatirkan akan memotong jembatan yang menjadi akses menuju kawasan Prajuritkulon dan Trowulan. "Ada pohon besar nyangkut di dam Telusur lur," terang seorang netizen disebuah media sosial.
Besarnya material pohon yang sepertinya mempunyai nilai keramat tersebut menggugah komentar sejumlah netizen. Umumnya mereka berharap agar pohon tersebut segera dieksekusi pihak berwenang agar tak mendatangkan petaka bagi Kota Mojokerto. Sebab, pohon tersebut menyumbat hampir 1/3 sungai.
Peristiwa ini menarik perhatian sejumlah awak media. Di tempat kejadian, wartawan melihat bahwa pohon besar tersebut tercabut beserta akarnya. Akar serabut pohon jenis waru gunung inilah yang membuat pohon berdiameter sekitar dua cakupan tangan orang dewasa tersangkut di dam tersebut. (yep)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




