Sabtu, 31 Juli 2021 03:54

Lansia di Blitar Bercucuran Darah Akibat Dianiaya Anak Kandung

Rabu, 08 Januari 2020 12:11 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Akina Nur Alana
Lansia di Blitar Bercucuran Darah Akibat Dianiaya Anak Kandung
Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono menunjukkan korban dengan pelipis diperban.

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Asfi Rori (35), warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar digelandang ke Mapolres Blitar Kota. Pria pengangguran ini menganiaya ibu kandungnya Siti Fatmi (77), hingga mengalami luka serius di bagian wajah.

Kasatreskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, pelaku tega menganiaya ibu kandungnya karena tidak dituruti saat meminta uang. Uang itu rencanannya akan digunakan pelaku untuk membayar utang kepada temannya sebesar Rp 1.300.000.

Namun, karena sedang tidak memegang uang, korban menjanjikan akan memberikan uang kepada pelaku jika sudah mendapatkan pinjaman dari tetangganya.

Mendengar pernyataan korban, pelaku tidak terima dan langsung menghujani pukulan ke ibu kandungnya yang sudah renta tersebut. Pukulan pelaku mengenai pelipis kiri korban hingga menyebabkan luka robek dan mengeluarkan darah segar.

BACA JUGA : 

Dua Terduga Pelaku Pembobolan Toko Laptop di Blitar Diamankan di Madiun

Ditinggal Mandi, Motor Scoopy Warga Binangun Blitar Diembat Maling

Maling Kuras 46 Laptop Milik Toko Komputer di Kota Blitar

Tiga Hari, Polres Blitar Amankan Puluhan Pelaku Pungli dan Premanisme

"Pelaku tak lain adalah anak kandung korban sendiri. Pelaku menganiaya ibunya setelah awalnya meminta uang untuk membayar utang, namun tidak dikasih oleh korban," kata Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Heri Sugiono, Rabu (8/1/2020).

Akibat aksi pemukulan tersebut, korban yang mengalami luka bengkak dan robek harus menjalani perawatan medis di Puskesmas Ponggok. Sementara, pelaku diamankan di Mapolres Blitar Kota.

Kepada polisi, pelaku mengaku jengkel kepada korban sehingga secara spontan memukul ibu kandungnya.

"Saya spontan saja memukul. Setelah itu, ibu saya jatuh teriak-teriak sambil nangis, lalu mbak saya yang sedang mencuci lari ke dalam," kata pelaku.

Pelaku dijerat dengan pasal 44 ayat 1 UU RI nomer 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (ina/dur)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...