Senin, 25 Mei 2020 21:30

Transaksi Upal di Warung Kopi, Residivis Ini Diciduk Polisi

Senin, 06 Januari 2020 14:55 WIB
Editor: .
Wartawan: Muhammad Hatta
Transaksi Upal di Warung Kopi, Residivis Ini Diciduk Polisi
Dua tersangka pengedar upal saat diinterogasi Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Seorang residivis pengedar uang palsu (upal) berhasil diringkus oleh jajaran Resmob Polres Jember ketika sedang melakukan transaksi di warung kopi pinggir jalan Desa Tanjungsari, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Jumat (3/1/2020) kemarin. Dari penangkapan tersangka ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti upal senilai Rp 1,5 juta berjumlah 30 lembar pecahan 50 ribuan.

Dua tersangka berhasil diamankan polisi, sementara seorang lagi yang mengirimkan upal tersebut ke Jember, masuk dalam DPO Polres Jember.

"Kami berhasil mengamankan dua tersangka, yakni M (Muhlis, red) dan P (Ponaji, red), yang melakukan transaksi upal senilai Rp 1,5 juta, berupa 30 lembar pecahan 50 ribuan," kata Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat rilis di Mapolres Jember, Senin (6/1/2020) siang.

Alfian menjelaskan, tersangka Muhlis (39) yang juga seorang residivis kasus peredaran upal, memesan uang palsu itu dari mantan temannya di Lapas Bali untuk kasus yang sama, senilai Rp 1,5 juta.

Kemudian tersangka yang warga Dusun Sumberejo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan ini menawarkan kepada temannya Ponaji (43) warga Dusun Kebon Sadeng, Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, tentang upal tersebut.

"Tetapi dengan membeli upal senilai Rp 1,5 juta itu, seharga Rp 750 ribu. Keuntungan yang didapat M ini kurang lebih Rp 250 ribu. Sedangkan Rp 500 ribunya ditransfer ke tersangka AM (Adi Mansyur) yang mengirimkan upal itu. Tapi tersangka AM ini masih DPO di Lapas Bali," jelasnya.

Penangkapan kedua tersangka ini dilakukan saat keduanya sedang bertransaksi di sebuah warung kopi. Dari pengakuan tersangka, nantinya upal itu akan diedarkan untuk digunakan membeli kebutuhan sehari-hari.

"Tetapi berhasil kami tangkap dan nantinya terhadap kedua tersangka akan dikenai pasal 36 UU KUHP Pasal 27 tahun 2011 dengan ancaman 15 tahun," tegasnya.

"Dari ungkap peredaran upal ini, kami mengimbau masyarakat untuk lebih hati-hati, karena tidak menutup kemungkinan, peredaran upal ini nantinya juga akan dilakukan pada pilkada 2020 ini," imbuhnya. (ata/yud)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...