Rabu, 27 Mei 2020 06:51

Guru SD PNS di Bangkalan Cabuli Muridnya: Minta Dionani Saat Jam Pelajaran, Begini Modusnya

Senin, 02 Desember 2019 15:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Guru SD PNS di Bangkalan Cabuli Muridnya: Minta Dionani Saat Jam Pelajaran, Begini Modusnya
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menginterogasi guru SD tersangka pencabulan terhadap siswinya saat konferensi pers, Senin (2/12).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menggelar konferensi pers terkait kasus pencabulan yang dilakukan salah satu guru Sekolah Dasar (SD) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Klampis kepada muridnya, Senin (2/12/219).

Tersangka adalah NYN (58), guru sekaligus wali kelas 1 yang beralamat di Dusun Krampo, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Kapolres menjelaskan, bahwa pencabulan yang dilakukan tersangka terjadi sebanyak dua kali, semuanya berlokasi di area sekolah saat jam pelajaran.

Pertama terjadi pada 23 November 2019, dengan korban seorang siswi kelas 1. Saat itu korban dipanggil tersangka ke ruang perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, tangan korban dipegangkan ke alat kelamin tersangka, yang kemudian dimaju mundurkan oleh tersangka seperti melakukan onani. Tidak hanya itu, korban juga dibaringkan oleh tersangka, lalu ia mencoba memasukkan alat kelaminnya ke kemaluan korban, tetapi tidak bisa.

Selanjutnya, aksi kedua NYN dilakukan pada Senin 25 November 2019, di ruang kelas ketika tersangka mengajar. Saat itu, ia meminta salah satu siswi maju ke depan untuk membaca di sampingnya yang sedang duduk. Kemudian, tangan korban juga dipegangkan ke alat kelamin tersangka untuk dimaju mundurkan sampai korban selesai membaca.

(Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menunjukkan barang bukti berupa pakaian korban)

"Dalam menjalankan aksinya, tersangka memberikan imbalan Rp. 2.000,- kepada korban. Selain siswa perempuan, setelah dilakukan penyelidikan ternyata juga ditemukan korban laki-laki kelas 1 SD juga," tambah Rama.

Perihal motif, Rama menjelaskan masih melakukan pendalaman. "Namun sesuai keterangan tersangka, saat ini dirinya menderita penyakit diabetes. Mungkin karena tidak bisa melakukan keinginan seksualitasnya dengan istrinya, kemudian tersangka mencari alternatif lain untuk memenuhi nafsunya," jelasnya

Atas kejadian ini, tersangka akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun ditambah 1/3 dari total hukuman dikarenakan yang bersangkutan berstatus sebagai tenaga pendidik. (ida/uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...