Senin, 16 Desember 2019 20:03

Guru SD PNS di Bangkalan Cabuli Muridnya: Minta Dionani Saat Jam Pelajaran, Begini Modusnya

Senin, 02 Desember 2019 15:44 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Subaidah
Guru SD PNS di Bangkalan Cabuli Muridnya: Minta Dionani Saat Jam Pelajaran, Begini Modusnya
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menginterogasi guru SD tersangka pencabulan terhadap siswinya saat konferensi pers, Senin (2/12).

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menggelar konferensi pers terkait kasus pencabulan yang dilakukan salah satu guru Sekolah Dasar (SD) berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di Kecamatan Klampis kepada muridnya, Senin (2/12/219).

Tersangka adalah NYN (58), guru sekaligus wali kelas 1 yang beralamat di Dusun Krampo, Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Kapolres menjelaskan, bahwa pencabulan yang dilakukan tersangka terjadi sebanyak dua kali, semuanya berlokasi di area sekolah saat jam pelajaran.

Pertama terjadi pada 23 November 2019, dengan korban seorang siswi kelas 1. Saat itu korban dipanggil tersangka ke ruang perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, tangan korban dipegangkan ke alat kelamin tersangka, yang kemudian dimaju mundurkan oleh tersangka seperti melakukan onani. Tidak hanya itu, korban juga dibaringkan oleh tersangka, lalu ia mencoba memasukkan alat kelaminnya ke kemaluan korban, tetapi tidak bisa.

Selanjutnya, aksi kedua NYN dilakukan pada Senin 25 November 2019, di ruang kelas ketika tersangka mengajar. Saat itu, ia meminta salah satu siswi maju ke depan untuk membaca di sampingnya yang sedang duduk. Kemudian, tangan korban juga dipegangkan ke alat kelamin tersangka untuk dimaju mundurkan sampai korban selesai membaca.

(Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra menunjukkan barang bukti berupa pakaian korban)

"Dalam menjalankan aksinya, tersangka memberikan imbalan Rp. 2.000,- kepada korban. Selain siswa perempuan, setelah dilakukan penyelidikan ternyata juga ditemukan korban laki-laki kelas 1 SD juga," tambah Rama.

Perihal motif, Rama menjelaskan masih melakukan pendalaman. "Namun sesuai keterangan tersangka, saat ini dirinya menderita penyakit diabetes. Mungkin karena tidak bisa melakukan keinginan seksualitasnya dengan istrinya, kemudian tersangka mencari alternatif lain untuk memenuhi nafsunya," jelasnya

Atas kejadian ini, tersangka akan dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun ditambah 1/3 dari total hukuman dikarenakan yang bersangkutan berstatus sebagai tenaga pendidik. (ida/uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Sabtu, 14 Desember 2019 23:59 WIB
KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Crystal Universe, akan menjadi andalan di Milenial Glow Garden (MGG), salah satu wahana baru Jatim Park 3 yang di-launcing pada Sabtu (14/12). Betapa tidak, di ruangan ini pengunjung akan dipikat dengan keindahan 5.433 l...
Sabtu, 14 Desember 2019 13:01 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Mengerikan! Itulah gambaran sikap saling serang atau saling bully antar penganut agama di media sosial (medsos). Tanpa risih dan tedeng aling-aling mereka saling serang dengan memakai kata-kata kasar, sadis, dan kejam. Mere...
Sabtu, 30 November 2019 20:10 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*76. Wa-in kaaduu layastafizzuunaka mina al-ardhi liyukhrijuuka minhaa wa-idzan laa yalbatsuuna khilaafaka illaa qaliilaan.Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau h...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...