Senin, 18 November 2019 19:03

Sekda Tersangka, Kasus Korupsi di BPPKAD Gresik Berpeluang Seret Tersangka Baru

Selasa, 22 Oktober 2019 18:22 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Syuhud
Sekda Tersangka, Kasus Korupsi di BPPKAD Gresik Berpeluang Seret Tersangka Baru
Kasi Intel Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo (berkumis) saat memberikan keterangan pers. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kasus korupsi pemotongan dana insentif pajak daerah di BPPKAD Gresik kemungkinan bakal menyeret tersangka baru, selain Sekda Gresik Andhy Hendro Wijaya yang kemarin (21/10) telah resmi ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik.

Sebab, pemotongan insentif itu berlaku sebelum Andhy Hendro Wijaya menjabat Kepala BPPKAD pada tahun 2018 silam. Hal ini sebagaimana disampaikan Kasi Intel Kejari Gresik, Bayu Probo Sutopo, Selasa (22/10).

"Setelah penyidik menetapkan AHW (Andhy Hendro Wijaya, red) sebagai tersangka, ada kemungkinan bakal ada tersangka lain dalam kasus pemotongan insentif pajak daerah di BPPKAD," ujar Bayu kepada wartawan, Selasa (22/10).

Menurut ia, penanganan kasus pemotongan insentif pajak daerah di BPPKAD sangat potensi berkembang dan melebar. Sebab, penyidik sudah menelusuri mengalirnya uang hasil pemotongan insentif juga kepada sejumlah pejabat lain.

"Tak menutup kemungkinan merembet ke Kepala BPPKAD sebelum AHW dan pejabat lain bakal menggelinding dalam persidangan di Tipikor nanti. Karena kasus ini soal aliran dana," terangnya.

Sementara Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Informasi Dari Rakyat (IDR) Choirul Anam menduga sangat banyak pejabat di Pemkab Gresik yang menerima aliran dana potongan insentif pajak daerah di BPPKAD.

"Saya yakin penyidik Kejari Gresik sudah mengantongi bukti buktinya," ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/10).

Menurut dia, pemotongan dana insentif pajak daerah di BPPKAD yang telah menyeret mantan Plt. Kepala BPPKAD M. Muktar ke penjara ini, adalah kasus hukum turun temurun. " Jujur, jika fair maka hanya satu dua pejabat penting Pemkab Gresik yang bakal selamat dari jeratan penyidik. Dan jika kasus ini hanya mandek hingga Muktar dan Pak Sekda, maka ketidakadilan bakal menjadi preseden buruk penegakan hukum di bumi waliyullah ini. Saya yakin itu," pungkasnya. (hud/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...