Selasa, 15 Juni 2021 04:20

Menikah dengan Warga Tunisia, Seorang Nenek Bersyahadat

Selasa, 18 November 2014 10:41 WIB
Editor: rosihan c anwar
Menikah dengan Warga Tunisia, Seorang Nenek Bersyahadat
?Jane dan Mohamed saat menikah. foto:repro daily mirror

LEEDS (bangsaonline)

Seorang nenek, Jane Makhloufi (47) mengejutkan keluarganya, karena memutuskan masuk Islam, setelah dia berencana menikah dengan Mohamed Makhloufi (32), warga Tunisia, yang dikenal melalui media sosial.

Jane terbang ke Tunisia, lalu menikah di sana. Hanya saja, ketika mereka kembali ke Inggris, visa kerja Mohamed ditolak. Mohamed bergantung pada bantuan dari istrinya, padahal Jane dinyatakan tidak mampu, dan mendapatkan bantuan sebesar 70 pounsterling per minggu.


Bahkan Jane yang mulai mengenakan jilbab ini, telah meminta bantuan Perdana Menteri David Cameron, Nick Clegg dan bahkan keluarga kerajaan, agar suaminya mendapatkan visa kerja. “Banyak yang beranggapan bahwa menikahi saya, hanyalah sebagai upaya agar Mohamed punya visa Inggris. Tapi, sungguh tidak. Dia sangat menyintai saya, dan ingin selalu bersama saya,”

BACA JUGA : 

Berkah Ramadan, Dua Penganut Kristen Masuk Islam, Belajar Gerakan Salat

​Dua Muallaf: Agus Murtad Karena Istri, Ronald Masuk Islam setelah Pelajari Banyak Agama

​Agama di KTP Diubah oleh Suami, Wanita Ini Pilih Cerai, Ikrar Syahadat di Masjid Al-Akbar

​Tanpa Iklan di Media, Tangguh Fajar Anugrah Masuk Islam


"Orang-orang berpikir semua orang Tunisia hanya punya cinta palsu. Tidak hanya di Tunisia, di Inggris juga banyak cinta gombal. Di Tunisia, saya bertemu dengan orang-orang baik. Jika ini hanya sekedar tipuan dan cinta gombal, kenapa kami melewati kebahagiaan selama dua tahun ini?”

"Ketika dia datang ke sini saya ingin masuk Islam dan memakai jilbab. Dia tidak mengatakan apa-apa tentang hal itu. Ini adalah keputusan saya. Saya ingin melakukannya."

Jane, dari Leeds, bertemu Mohamed, seorang mantan pekerja coffee shop, di situs jejaring sosial, setelah pernikahan pertamanya selama 26 tahun kandas, di tahun 2011.

Setelah berpacaran hanya via online, Jane memutuskan terbang ke Tunisia untuk bertatap muka. Jane langsung terkesan dengan sopan santun Mohamed. "Dia sangat berbeda dengan orang-orang Inggris kebanyakan," kata Jane, yang segera memberi tahu keluarga besarnya.


Setelah 10-15 perjalanan ke Tunisia, Jane sangat senang ketika Mohamed memutuskan untuk melamarnya. Ternyata, tetangga Mohamed yang naksir, marah-marah. “Kenapa kamu menikah dengan orang Inggris yang gembrot itu?”


"Suami saya menjawab, Karena ingin bersama wanita Inggris, bukan seorang wanita Tunisia. '"

Mereka menikah pada 18 Oktober 2012, dan Jane menggambarkannya sebagai hari terindah dalam hidupnya.

Jane sangat menikmati mengenakan gaun pengantin tradisional Afrika Utara dan tato henna yang rumit di lengannya sementara Mohamed mengenakan setelan gelap.

Tapi kegembiraan mereka tidak berlangsung lama, ketika pulang ke Inggris, visa kerja Mohamed ditolak karena bahasa Inggris-nya jelek.

Sebagai seorang imigran dia harus bermukim selama 2,5 tahun sebelum dia bisa mengajukan visa kerja lagi.

Mohamed akhirnya pergi ke ke Dublin, Irlandia, setelah mendapatkan visa Uni Eropa, dan empat bulan terakhir dia masih mencari kerja. Agar dapat penghasilan, Mohamed menjadi tukang bersih=bersih rumah tetangga atau teman.


Jane secara setia terus mengirim uang, dan mendorong Mohamed agar mengabari keluarganya di Tunisia.

Jane, yang sudah menderita rheumatoid arthritis dan osteoarthritis, memang sudah tidak mungkin bekerja. Kadang, Jane menyempatkan terbang ke Irlandia untuk menjenguk suaminya. Jika tidak ada uang, mereka cukup telepon-teleponan waktu malam.

Mohamed sendiri, yang sebelumnya bekerja sebagai tenaga pembangun di Tunisia, sangat berharap bisa berkumpul dengan istrinya di Inggris. Dia ingin menghabiskan waktu bersama istrinya, yang menurut Mohamed sangat baik dan murah hati."Dia adalah seorang wanita yang baik dan hati yang lembut. Setiap kali saya membutuhkan dia selalu ada. Dia memperlakukan saya dengan baik, hormat dan selalu mengerti saya. Saya telah menemukan dalam dirinya apa yang saya tidak pernah temukan pada orang lain. Saya berharap untuk membangun kehidupan nyata bersama-sama.”

"Saya benar-benar menderita karena jauh darinya. Saya jadi stres dan takut kehilangan dia.”

Sementara Jane mengatakan dia akan terus berjuang untuk suaminya agar 'hak' visa bisa didapat, dan bisa tinggal bersama membangun rumah tangga. "Yang saya inginkan adalah memiliki kehidupan bersama.Suami saya berada di sini.”

Sumber: daily mirror
Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...