Rabu, 26 Februari 2020 03:45

Bupati Pacitan Pastikan Hadir, Begini Pandangan Kepala Kantor Kemenag Soal Sedekah Laut

Jumat, 30 Agustus 2019 14:43 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Bupati Pacitan Pastikan Hadir, Begini Pandangan Kepala Kantor Kemenag Soal Sedekah Laut
Kepala Kantor Kemenag Pacitan KH Nurul Huda.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Di tengah kontroversi soal kegiatan sedekah laut, Bupati Pacitan Indartato dipastikan hadir pada event tahunan itu. "Saya tetap hadir di acara pokoknya," kata Indartato, saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (30/8).

Indartato mengaku selalu hadir sejak kegiatan itu diselenggarakan. Namun, Indartato menegaskan kalau dirinya jarang ikut bersama kapal yang mengawal pelepasan tumpeng ke tengah laut. "Kalau acara pokoknya saya selalu hadir. Tapi jarang ikut di kapal pengawal," jelasnya.

Bupati menilai, kegiatan larung sesaji merupakan adat dan tradisi masyarakat pesisir, sehingga tidak ada keterkaitannya dengan paham keagamaan apapun. "Itu memang budaya dan tradisi masyarakat pesisir yang setiap tahun diselenggarakan saat menjelang pergantian tahun Islam," tegasnya. 

Di sisi lain, menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan KH. Moh Nurul Huda, kegiatan sedekah laut yang hendak dilaksanakan Sabtu (30/8) besok, bukanlah masuk kategori syirik. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT, sebab selama ini para nelayan banyak mendapatkan ikan dari laut.

"Selama ini kita mendapatkan ikan dari laut, tapi tak pernah memberi makan ikan ke laut. Nah dengan kegiatan tersebut, dimaknai sebagai bentuk syukur dari nelayan dengan memberikan makan buat ikan di laut," kata Nurul Huda memberi pemahaman soal kontroversi kegiatan sedekah laut, Jumat (30/8).

Huda mengakui, sudah kali kedua datang pada acara larung sesaji. Pada acara tersebut juga diselingi kegiatan tausiah yang intinya sebagai wujud syukur pada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan dari laut. "Maknanya hanya memberikan makan ikan di laut. Tidak ada unsur syirik," tandasnya.

Namun sebagai wakil pemerintah, pihaknya tak bisa membuat keputusan mutlak soal ranah syirik atau kemusyrikan. "Pemerintah tidak punya kewenangan menentukan apakah kegiatan tersebut syirik atau bukan. MUI yang punya kewenangan," pungkas dia. (yun/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...