Selasa, 15 Oktober 2019 19:24

Bupati Pacitan Pastikan Hadir, Begini Pandangan Kepala Kantor Kemenag Soal Sedekah Laut

Jumat, 30 Agustus 2019 14:43 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Bupati Pacitan Pastikan Hadir, Begini Pandangan Kepala Kantor Kemenag Soal Sedekah Laut
Kepala Kantor Kemenag Pacitan KH Nurul Huda.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Di tengah kontroversi soal kegiatan sedekah laut, Bupati Pacitan Indartato dipastikan hadir pada event tahunan itu. "Saya tetap hadir di acara pokoknya," kata Indartato, saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (30/8).

Indartato mengaku selalu hadir sejak kegiatan itu diselenggarakan. Namun, Indartato menegaskan kalau dirinya jarang ikut bersama kapal yang mengawal pelepasan tumpeng ke tengah laut. "Kalau acara pokoknya saya selalu hadir. Tapi jarang ikut di kapal pengawal," jelasnya.

Bupati menilai, kegiatan larung sesaji merupakan adat dan tradisi masyarakat pesisir, sehingga tidak ada keterkaitannya dengan paham keagamaan apapun. "Itu memang budaya dan tradisi masyarakat pesisir yang setiap tahun diselenggarakan saat menjelang pergantian tahun Islam," tegasnya. 

Di sisi lain, menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan KH. Moh Nurul Huda, kegiatan sedekah laut yang hendak dilaksanakan Sabtu (30/8) besok, bukanlah masuk kategori syirik. Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT, sebab selama ini para nelayan banyak mendapatkan ikan dari laut.

"Selama ini kita mendapatkan ikan dari laut, tapi tak pernah memberi makan ikan ke laut. Nah dengan kegiatan tersebut, dimaknai sebagai bentuk syukur dari nelayan dengan memberikan makan buat ikan di laut," kata Nurul Huda memberi pemahaman soal kontroversi kegiatan sedekah laut, Jumat (30/8).

Huda mengakui, sudah kali kedua datang pada acara larung sesaji. Pada acara tersebut juga diselingi kegiatan tausiah yang intinya sebagai wujud syukur pada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan dari laut. "Maknanya hanya memberikan makan ikan di laut. Tidak ada unsur syirik," tandasnya.

Namun sebagai wakil pemerintah, pihaknya tak bisa membuat keputusan mutlak soal ranah syirik atau kemusyrikan. "Pemerintah tidak punya kewenangan menentukan apakah kegiatan tersebut syirik atau bukan. MUI yang punya kewenangan," pungkas dia. (yun/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...