Risma saat memimpin rapat bersama para pengembang untuk pembangunan Jalan Luar Lingkar Barat (JLLB) di ruang sidang Wali Kota Surabaya, Kamis (1/8/2019).
Eri menjelaskan bahwa JLLB yang akan dibangun itu dari tol sampai pintu keluar dengan total panjangnya mencapai 16 kilometer. Lahan sepanjang itu dimiliki oleh dua investor dan mereka sudah bersedia untuk membangunnya. “Insya Allah sudah dikoordinasikan dengan teman-teman Dinas PU Bina Marga dan Pematusan untuk dibangun,” tambahnya.
Sebenarnya, lanjut dia, kalau fasilitas umum itu tanahnya dihibahkan kepada Pemkot Surabaya, maka yang membangun jalannya bisa pihak pemkot. Namun begitu, apabila pihak pengembang ingin membangunkannya, maka pemkot sangat berterima kasih. “Harapannya tahun ini bisa terus dikebut,” tegasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Surabaya Erna Purnawati mengatakan proyek JLLB ini ditargetkan tuntas pasa tahun 2020. Proyek ini diharapkan mengurai kemacetan di Surabaya barat.
JLLB ini dikerjakan secara bertahap. Tahap pertama sepanjang 2,18 kilometer meliputi Kecamatan Lakarsantri-perbatasan Kabupaten Gresik. Tahap kedua sepanjang 6,45 kilometer yang menghubungkan Lakarsantri-Raya Sememi.
Sedangkan untuk tahap ketiga dari Jalan Raya Sememi-Romokalisari sepanjang 3,85 kilometer dan terakhir atau tahap IV yang menghubungkan Jalan Raya Sememi-Jalan Raya Tambak Osowilangun. “Kami terus kebut, semoga sesuai target dan bisa selesai tahun depan,” pungkasnya. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






