Rabu, 12 Agustus 2020 04:56

​Korban Penipuan Investasi Tanah Kembali Datangi Mapolresta Sidoarjo

Jumat, 19 Juli 2019 23:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​Korban Penipuan Investasi Tanah Kembali Datangi Mapolresta Sidoarjo
Korban penipuan investasi tanah berikut kuitansi pembayarannya (inset).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Korban penipuan investasi tanah di Sidoarjo kembali mendatangi Mapolresta Sidoarjo terkait adanya penyalahgunaan tanah yang berstatus proses hukum. 

Pasalnya, tanah perumahan Grand Mutiara Abadi atau Mustika Garden (sebelumnya) yang terletak di Desa Pepeh, Kecamatan Sedati, Sidoarjo diduga diperjualbelikan kembali, meski proses hukumnya sedang berjalan.

Hunian investasi rumah tersebut milik developer PT. Alisa Zola Sejahtera. Kuasa Hukum korban, H. Abdul Malik mengatakan akan terus mengawal kasus penipuan investasi hunian rumah yang menyebabkan puluhan korbannya merugi.

"Kasus ini kan sedang berjalan, nah, kami dikejutkan dengan adanya umbul-umbul yang dipasang di lokasi tanah yang dibeli mereka (korban). Jika hal itu terus terjadi maka akan terjadi tumpang tindih (over lapping)," ungkap Abdul Malik, Jumat (19/7).

Ia menduga, pemasangan umbul-umbul tersebut sengaja dimanfaatkan pihak lain untuk meneruskan jual beli hunian berupa tanah kavling. Padahal, saat ini korban yang ditengarai berjumlah 28 orang masih belum menerima haknya.

"Kami minta polisi harus jeli. Karena sampai sekarang lokasi tanah yang masih dalam proses hukum ini sudah ditempati orang lain dan dijual kembali," katanya.

Ia khawatir, jika hal tersebut dibiarkan akan menambah jumlah korban penipuan berkedok investasi rumah. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian memberi garis polisi (police line) di lokasi tersebut.

"Kalau perlu dokumen-dokumen tanah itu disita. Polisi harus bergerak cepat agar tidak ada lagi mafia tanah yang memanfaatkan itu," tegasnya.

Sementara, korbannya yakni Sri Jayanti (33) asal Malang mengaku kecewa lantaran investasi rumah yang dibelinya sejak 2015 lalu bermasalah. Ia tak menduga, uang hunian yang sudah dibayarkan sekitar 40 persen dari total senilai Rp 288 juta lebih dibawa kabur pemilik.

"Sudah sekitar Rp 288 jutaan yang saya bayarkan. Tapi penjualnya kabur, hilang kontak, kantor pemasarannya pun tutup. Dan sekarang laporannya masih terkatung-katung dipolisi," ungkap Yanti.

Terbaru, ia makin kaget lantaran tanah yang ada d ilokasi mau diperjualbelikan kembali oleh orang lain. Sehingga pihaknya meminta agar kepolisian bisa menuntaskan kasus tersebut.

"Mudah-mudahan kasus ini bisa terselesaikan. Dan kami bisa mendapatkan hak kami berupa tanah yang sudah dibeli sebelumnya," tandasnya. (cat/ian) 

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...