Minggu, 20 Oktober 2019 08:42

​Korban Penipuan Investasi Tanah Kembali Datangi Mapolresta Sidoarjo

Jumat, 19 Juli 2019 23:10 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
​Korban Penipuan Investasi Tanah Kembali Datangi Mapolresta Sidoarjo
Korban penipuan investasi tanah berikut kuitansi pembayarannya (inset).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Korban penipuan investasi tanah di Sidoarjo kembali mendatangi Mapolresta Sidoarjo terkait adanya penyalahgunaan tanah yang berstatus proses hukum. 

Pasalnya, tanah perumahan Grand Mutiara Abadi atau Mustika Garden (sebelumnya) yang terletak di Desa Pepeh, Kecamatan Sedati, Sidoarjo diduga diperjualbelikan kembali, meski proses hukumnya sedang berjalan.

Hunian investasi rumah tersebut milik developer PT. Alisa Zola Sejahtera. Kuasa Hukum korban, H. Abdul Malik mengatakan akan terus mengawal kasus penipuan investasi hunian rumah yang menyebabkan puluhan korbannya merugi.

"Kasus ini kan sedang berjalan, nah, kami dikejutkan dengan adanya umbul-umbul yang dipasang di lokasi tanah yang dibeli mereka (korban). Jika hal itu terus terjadi maka akan terjadi tumpang tindih (over lapping)," ungkap Abdul Malik, Jumat (19/7).

Ia menduga, pemasangan umbul-umbul tersebut sengaja dimanfaatkan pihak lain untuk meneruskan jual beli hunian berupa tanah kavling. Padahal, saat ini korban yang ditengarai berjumlah 28 orang masih belum menerima haknya.

"Kami minta polisi harus jeli. Karena sampai sekarang lokasi tanah yang masih dalam proses hukum ini sudah ditempati orang lain dan dijual kembali," katanya.

Ia khawatir, jika hal tersebut dibiarkan akan menambah jumlah korban penipuan berkedok investasi rumah. Pihaknya meminta agar pihak kepolisian memberi garis polisi (police line) di lokasi tersebut.

"Kalau perlu dokumen-dokumen tanah itu disita. Polisi harus bergerak cepat agar tidak ada lagi mafia tanah yang memanfaatkan itu," tegasnya.

Sementara, korbannya yakni Sri Jayanti (33) asal Malang mengaku kecewa lantaran investasi rumah yang dibelinya sejak 2015 lalu bermasalah. Ia tak menduga, uang hunian yang sudah dibayarkan sekitar 40 persen dari total senilai Rp 288 juta lebih dibawa kabur pemilik.

"Sudah sekitar Rp 288 jutaan yang saya bayarkan. Tapi penjualnya kabur, hilang kontak, kantor pemasarannya pun tutup. Dan sekarang laporannya masih terkatung-katung dipolisi," ungkap Yanti.

Terbaru, ia makin kaget lantaran tanah yang ada d ilokasi mau diperjualbelikan kembali oleh orang lain. Sehingga pihaknya meminta agar kepolisian bisa menuntaskan kasus tersebut.

"Mudah-mudahan kasus ini bisa terselesaikan. Dan kami bisa mendapatkan hak kami berupa tanah yang sudah dibeli sebelumnya," tandasnya. (cat/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...