Kamis, 22 Agustus 2019 19:21

​Warga Ngotot Tolak Proyek Pipanisasi Gas Bumi di Tuban

Kamis, 18 Juli 2019 20:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Istihar
​Warga Ngotot Tolak Proyek Pipanisasi Gas Bumi di Tuban

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Proyek penyambungan dan penanaman jaringan pipa gas bumi untuk Compressed Natural Gas (CNG) yang dikerjakan oleh PT Bahtera Abadi Gas (BAG) masih menyisakan persoalan dengan warga dan petani. Proyek itu menyambung pipa dari Lapangan sumur minyak Tapen melewati 5 desa, yakni Sidoharjo, Rayung, Sembung, Binangun, Ngawun dari 3 Kecamatan Senori, Singgahan, dan Parengan.

Terjadinya penolakan lantaran belum tuntasnya persoalan kompensasi atas rusaknya Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 3000 meter. Rinciannya, sisi selatan sepanjang 1.800 meter dan sisi utara 1.200 meter itu. Sedangkan, selama mediasi antara warga dengan perusahaan masih menemui jalan buntu. Sebab, warga atau petani minta kembali dibangunkan JUT tersebut.

"PT. BAG sempat menawarkan kompensasi sebesar Rp 15 juta. Kemudian, di pertemuan lanjutan ditambah Rp 30 juta kepada warga sebagai imbas proyek pipanisasi. Tetapi, warga tetap menolak," tutur Alfian warga setempat, kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (18/7).

Warga banyak menolak karena sampai saat ini perusahaan dinilai tidak koperatif dalam pengerjaan penanaman pipa. Bahkan, terkesan main petak umpet dengan warga. Sebab, di desa lain juga terdapat aksi protes terhadap pengerjaan proyek ini.

"Terkait permintaan warga untuk dibangunkan JUT dirasa masih realistis, bila dihadapkan persolan safety sosial masyarakat di sekitar sumber minyak bumi di Tapen," bebernya.

"Warga sebenarnya tidak ngotot, namun khawatir jika tidak ada kesepakatan bersama. Untuk itu, para investor diminta menyejahterakan warga maupun petani, terutama yang terkena dampak. Silakan investor mengelola sumber daya alam di sini. Tapi warga juga meminta Kesejahteraan yang juga nampak di lingkungan sekitar perusahaan," tuturnya.

"Ya semoga perusahaan mengerti permintaan warga," harapnya.

Sementara itu, Camat Senori Sudarto membenarkan permasalahan yang terjadi antara perusahaan BAG dengan warga atau petani Dusun Tapen, Desa Sidoharjo belum menemukan titik temu.

"Kita sudah lakukan pertemuan terakhir, dari pihak perusahan menambah kompinsasi sebesar Rp 30 juta. Namun, setelah ditolak oleh warga sampai saat ini belum ada komunikasi lagi dengan pihak perusahaan,” pungkas mantan Sekcam Semanding ini.

Terpisah, Manajemen PT BAG, Andik Cahyo saat dikonfirmasi tidak menjelaskan secara detail terhadap permintaan warga. Hanya saja ia berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut dengan musyawarah mufakat.

“Mohon maaf mas, kita sedang fokus untuk penyelasaian masalah tersebut secara baik dengan musyawarah mufakat,” tutupnya. (ahm/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...