Rabu, 23 Oktober 2019 08:05

Cerita Panji untuk Dorong Perekonomian Baru

Senin, 15 Juli 2019 00:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Arif Kurniawan
Cerita Panji untuk Dorong Perekonomian Baru

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Cerita Panji merupakan kisah masa lalu yang mengandung nilai sejarah, tepatnya di era Kerajaan Kediri dengan berpusat pada dua orang tokoh utamanya, yaitu Panji Asmara Bangun dan Galuh Candrakirana. Cerita panji memiliki beberapa versi yang berkembang di beberapa wilayah Nusantara, salah satunya Kota Kediri.

Untuk itu, seminar Panji Nusantara diadakan sebagai upaya dari Pemerintah Kota Kediri untuk merevitalisasi cerita Panji melalui cara inovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Ahad (14/7) di Museum Airlangga.

Mengambil tema "Transformasi Cerita Panji Dalam Kreativitas dan Pengembangan Melalui Media Digital", seminar panji nusantara menghadirkan lima narasumber. Mulai dari budayawan, sejarawan, arkeolog, praktisi animasi, hingga dosen dari beberapa universitas di Jawa Timur.

Diberi kesempatan untuk membuka seminar, Wali Kota Kediri mengungkapkan bahwa budaya Panji sarat akan cerita yang menarik yang dapat membentuk kearifan lokal. "Dari tema seminar ini sangat bagus, karena cerita-cerita dari Kediri ini memang harus digitalisasikan. Kalaupun banyak versi, ceritanya harus di-fix-kan. Karena di mana-mana yang namanya sejarah itu banyak versi. Karena kita merekonstruksi sesuatu yang sudah tidak ada," ujarnya.

Ada dua hal yang ditekankan Mas Abu dalam sambutannya. Yaitu cerita Panji dibahas, didetailkan, dan dituangkan dalam sebuah bentuk di mana bentuk itu bisa dibeli oleh masyarakat dan dapat dijadikan cinderamata. Serta memastikan spot di Kota Kediri yang pernah menjadi persinggahan Panji.

"Yang jelas ini punya potensi yang besar, cuma harus dirumuskan, harus ada progress yang positif tapi tidak melulu kita bahas benar atau tidaknya. Di daerah seperti Yogya, Bali, Papua, mereka sudah bikin patung, candi yang kecil. Nah kalau di sini mungkin bisa dibuat baju. Harus ada desainer yang keren. Jadi kalau ada orang yang sudah pernah mendengar cerita Panji pasti akan tertarik untuk beli. Kemudian saya mohon dicarikan tempat atau beberepa spot di mana Panji pernah berhenti di Kota Kediri. Kalau mungkin ke depan kita ada city tour atau apa itu nanti kita bisa kasih prasasti kecil. Memang harus dicari betul supaya bisa menjadi supporting system dalam kita menerjemahkan budaya atau sejarah," jelasnya.

Dari seminar panji, Abu berharap bisa membawa dampak yang positif serta dapat menciptakan ekonomi baru bagi masyarakat di Kota Kediri.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Nur Muhyar menyampaikan bahwa upaya pelestarian cerita panji tidak hanya di Kota Kediri saja, namun sudah menjadi perhatian nasional bahwa cerita panji didorong untuk menjadi sebuah cerita yang membanggakan.

"Karena memiliki potensi yang sangat besar. Ada banyak sekali fragmen dalam cerita panji yang bisa diangkat menjadi sesuatu yang sangat bagus. Baik itu dalam bentuk kesenian tari, film, animasi bahkan bisa diwujudkan dalam bentuk souvenir, busana atau dalam berbagai bentuk seni," ungkapnya.

Ke depan, Nur Muhyar juga mengharapkan dari para peserta seminar akan muncul sebuah ide, tidak hanya pemahaman sejarahnya, tetapi juga aktualisasi dari pemahaman menjadi bentuk-bentuk yang bisa melegenda. "Mungkin bisa dalam bentuk film pendek, atau desainer yang bisa meng-create misal tenun bandar menjadi pakaian yang khas ala panji atau kaos yang berlogo atau bersablon, berbodiran tentang panji," harapnya.

Acara diikuti oleh 100 peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa, beberapa komunitas, guru sejarah, hingga Tim Perumus Kebudayaan Daerah. (rif/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 22 Oktober 2019 23:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Hutan Kota Balas Klumprik menyediakan area Bumi Perkemahan. Hutan Kota yang dikenal dengan sebutan Taman Hutan Raya ini terletak di belakang Kantor Kelurahan Balas Klumprik, Wiyung. Dari sekitar 4,3 hektare luas hutan kot...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Senin, 21 Oktober 2019 12:15 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...