Senin, 21 Oktober 2019 06:19

Tangani Sampah Rumah Tangga, Begini Cara yang Dilakukan Pemdes Ngerong

Kamis, 04 Juli 2019 01:00 WIB
Editor: .
Wartawan: Ahmad Habibi
Tangani Sampah Rumah Tangga, Begini Cara yang Dilakukan Pemdes Ngerong
Sampah rumah tangga yang di buang di TPS3R.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Upaya penanganan sampah rumah tangga yang dilakukan Pemerintah Desa Ngerong Kecamatan Gempol terus digalakkan. Hal ini dilakukan demi terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Pasalnya, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan seperti di saluran irigasi, pekarangan kosong. Jika hal itu tidak ditangani, maka akan merusak pemandangan.

Menurut keterangan Kades Ngerong Jemik Sadiman pada BANGSAONLINE.com, bahwa permasalahan sampah saat ini menjadi antensi Pemerintah Daerah melalui program SDSB (satu desa satu bank sampah). Sementara di Desa Ngerong sendiri, program penanganan sampah sudah dirintis sejak dua tahun silam, dengan dibangunnya TPS3R di atas lahan kas desa seluas 500 m3.

Sedangkan untuk sampah rumah tangga, selama ini diangkut oleh petugas setiap hari menggunakan armada untuk ditampung di TPS3R. "Sampah rumah tangga tersebut selanjutnya dikelola dan dipilah oleh petugas, yakni jenis sampah basah dan sampah kering. Jika sampah rumah tangga itu tidak bisa dimanfaatkan akan dibuang ke TPA milik DLH," urainya.

Dari 8 dusun yang ada di Desa Ngerong, baru dua dusun sampahnya bisa terlayani. Sementara dusun lainnya melakukan penanganan sendiri. "Ada dua dusun yang sampahnya ditangani, yakni Dusun Pucang, dan Dusun Karangrejo," ujarnya.

Agar penangan sampah berjalan baik, perangkat desa dengan tokoh masyarakat melakukan rembuk, dan disepakati untuk tiap KK yang membuang sampah diwajibkan membayar iuran setiap bulannya Rp 15 ribu "Dana tersebut nanti dipergunakan untuk operasinal (perawatan kendaraan) dan honor petugas," tuturnya.

Ia menegaskan untuk merubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarang bukan pekerjaan mudah. "Diperlukan kesadaran dan dukungan semua pihak. Pihak desa terus berusaha agar program tersebut terus berjalan sehingga tercipta kebersihan," pungkasnya. (bib/par)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...