Jumat, 29 Mei 2020 23:24

Semester I 2019, Petrokimia Gresik Ekspor 157,3 Ribu Ton

Jumat, 28 Juni 2019 09:58 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Semester I 2019, Petrokimia Gresik Ekspor 157,3 Ribu Ton
Aktivitas pengiriman pupuk di TUKS Petrokimia Gresik. foto: istimewa

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Petrokimia Gresik (PG) berhasil membukukan catatan ekspor pupuk jenis Urea sebesar 157,3 ribu ton pada Semester I Tahun 2019. Angka ini jauh melebihi capaian ekspor Urea PG pada Semester I Tahun 2018, bahkan menjadi capaian tertinggi dalam sejarah PG mengekspor pupuk jenis Urea sejak tahun 2013.

Direktur Pemasaran PG, Meinu Sadariyo menjelaskan, sepanjang paruh awal tahun ini, bulan Juni menyumbang catatan ekspor terbesar dengan total kuantum 70,1 ribu ton dalam tiga kali ekspor.

"Terbaru, ekspor dilaksanakan Rabu 26 Juni 2019 sebanyak 5 ribu ton ke Filipina. Sebelumnya, PG telah mengekspor 20 ribu ton Urea ke Sri Lanka (23/6), dan pada tanggal 12 Juni 2019, PG berhasil mengekspor 45,1 ribu ton pupuk Urea menggunakan kapal MV. Tomini Dynasty ke India. Ini menjadi rekor terbesar PG sepanjang sejarah ekspor urea dalam sekali muat," jelas Meinu.

Menurut Meinu, capaian ini merupakan prestasi yang patut diacungi jempol. Kendati selama ini PG lebih dikenal di pasar NPK, namun prestasi ini membuktikan bahwa PG juga mampu bersaing di pasar Urea. Di tengah tingginya pasokan Urea (oversupply) dan rendahnya harga Urea di pasar internasional, PG mampu bersaing hingga melakukan ekspor ke beberapa negara.

Sebelumnya, pada bulan April dan Mei 2019, PG telah mengekspor pupuk Urea ke India masing-masing sebanyak 24,5 ribu ton dan 20,4 ribu ton. Sehingga, total kuantum ekspor Urea PG ke India sebesar 90 ribu ton hingga Juni 2019.

Selain India, PG juga mengekspor Urea ke Filipina dan China. Hingga Juni 2019, total kuantum ekspor ke Filipina sebesar 22,8 ribu ton dilakukan dalam tiga kali ekspor, yaitu 12,3 ribu ton pada bulan Maret, 5,5 ribu ton pada bulan Mei, dan terbaru 5 ribu ton pada bulan Juni. Sedangkan ekspor Urea ke China dilaksanakan pada bulan Mei 2019 dengan total kuantum 24,5 ribu ton.

"Ekspor ini dilakukan Petrokimia Gresik setelah tuntas memenuhi alokasi subsidi petani di tanah air. Produksi Urea Petrokimia Gresik cukup besar setelah beroperasinya Pabrik Amoniak-Urea (Ammurea) II pada pertengahan tahun lalu, sehingga kami bisa mengekspor Urea dalam jumlah yang lebih besar, namun dengan tetap memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri," papar Meinu.

Lebih lanjut, Meinu menjelaskan, langkah ekspor pupuk ini selaras dengan kebijakan holding PT Pupuk Indonesia (Persero), dimana perusahaan didorong untuk dapat berkontribusi dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Terlebih, saat ini Indonesia tengah mengalami defisit neraca perdagangan, sehingga peningkatan nilai ekspor sangat diperlukan untuk menyumbang devisa negara sekaligus mendorong penguatan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

"Langkah ekspor ini merupakan salah satu upaya Petrokimia Gresik dalam mendukung pemerintah meningkatkan nilai ekspor nasional untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, sekaligus mewujudkan diri sebagai perusahaan yang dapat memberikan solusi bagi sektor agroindustri tidak hanya di dalam negeri namun juga di pasar internasional," kata Meinu. (hud/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Selasa, 26 Mei 2020 23:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...