Sabtu, 15 Mei 2021 14:15

​Pemprov Diminta Beri Perhatian Makam Syekh Yusuf

Rabu, 19 Juni 2019 21:04 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
​Pemprov Diminta Beri Perhatian Makam Syekh Yusuf
Afwan Maksum, SE, QIA, Anggota DPRD Jatim. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jawa Timur adalah provinsi besar yang kaya akan sejarah dan peradaban. Banyak tokoh besar yang jejaknya bisa ditemukan di Jawa Timur. Salah satu jejak sejarah itu adalah makam para tokoh dan ulama yang terdapat di Jatim.

Satu di antaranya adalah makam pahlawan nasional Syekh Yusuf Tajul Khalwati atau biasa dikenal dengan sebutan Syekh Yusuf Almaqassari Al-Bantani. Syekh Yusuf adalah ulama dan tokoh diaspora pertama asal Indonesia. Makam Syekh Yusuf di Kabupaten Sumenep banyak didatangi orang dari berbagai daerah untuk berziarah.

Anggota DPRD Jatim, Afwan Maksum menilai Pemprov Jatim patut memberi perhatian terhadap keberadaan makam Syekh Yusuf yang berada di Kabupaten Sumenep. Sebab Syekh Yusuf bukan saja ulama tapi seorang pejuang kemerdekaan dan seorang nasionalis.

"Saya minta Pemprov memberi perhatian khusus pada makam Syekh Yusuf. Pemerintah Afrika Selatan saja memberi gelar pahlawan kepada Syekh Yusuf. Bahkan Nelson Mandela mantan Presiden Afsel begitu mengidolakan Syekh Yusuf. Sosok Syekh Yusuf lah yang menginspirasi Mandela untuk melawan politik apartheid," tutur Afwan, Rabu (19/6).

BACA JUGA : 

Beredar Isu ​Kasus Covid-19 di Jatim Meledak, Gubernur Khofifah: Hoax

Obati Rindu PMI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Makan Bersama Ketupat Sayur dan Lepet di Asrama Haji

Anggota DPRD Jatim Desak Dispendik Segera Perbaiki SDN Prambangan Pasca Diterjang Puting Beliung

Tingkatkan Kualifikasi Akademik Guru Diniyah, Pemprov Jatim Berikan 510 Beasiswa Senilai Rp15 M

Anggota Komisi B DPRD Jatim ini mengungkapkan, makam Syekh Yusuf ini layak dijadikan sebagai cagar budaya sebagaimana makam tokoh besar lainnya seperti Soekarno. Karena itu, perawatan dan pemeliharaan makam akan lebih terjamin karena menjadi tanggung jawab pemerintah. Tentunya pemprov perlu juga meminta persetujuan ahli waris atau keturunan Syekh Yusuf.

Afwan melanjutkan, makam Syekh Yusuf juga bisa menjadi destinasi wisata religi di Jawa Timur. Tentunya diikuti dengan pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung yang memudahkan akses transportasi bagi peziarah.

"Kalau dikelola dengan baik, destinasi wisata religi di Jatim bisa berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. Tentunya juga menambahkan pendapatan asli daerah atau PAD," imbuh politisi PDI Perjuangan ini.

Terpisah, tokoh pemuda Jatim asal Kabupaten Sumenep Rusman Hadi mengapresiasi besarnya perhatian Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada makam bersejarah dan situs budaya. Terbukti di era Khofifah ini para penjaga makam, situs dan cagar budaya mendapat tunjangan bulanan. Karena itu, pihaknya berharap gubernur juga memberi perhatian terhadap makam Syekh Yusuf di Sumenep.

Mantan Bendahara PKC PMII Jatim ini, mengungkapkan warga Jawa Timur patut bangga karena makam Syekh Yusuf ada di Kepulauan Sumenep yang masuk wilayah Jatim. Sebab Syekh Yusuf adalah ulama besar yang diakui kiprahnya oleh dunia. Karena itu sudah sepantasnya perjuangan Syekh Yusuf mendapatkan pengakuan dari Pemprov Jatim dengan menjadikan makam beliau sebagai situs bersejarah.

"Sebagai putra daerah Sumenep tentu saya bangga dengan keberadaan makam Syekh Yusuf. Saya berharap pemprov memberi perhatian makam Syekh Yusuf sebagaimana makam Sunan Ampel di Surabaya atau makam Bung Karno di Kota Blitar," pungkas Rusman.

Untuk diketahui, Syekh Yusuf adalah ulama besar dan pejuang kemerdekaan asal Kesultanan Gowa, Makassar. Ia dibuang oleh Belanda ke Afrika Selatan karena dianggap membahayakan pemerintahan kolonial. Syech Yusuf yang merupakan menantu Sultan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa memiliki 5 makam di Cape Town Afrika Selatan, Gowa Sulawesi Selatan, Serang Banten, Srilanka dan Sumenep, Jawa Timur. (mdr/ian)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa maksud...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...