Ulang Tahun ke-65, Abah Anton Bawa Pesan Persatuan untuk Golkar

Ulang Tahun ke-65, Abah Anton Bawa Pesan Persatuan untuk Golkar Perayaan ulang tahun ke-65 Mochamad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton.

KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Perayaan ulang tahun ke-65 Mochamad Anton atau yang akrab disapa Abah Anton menjadi ajang refleksi sekaligus penyampaian pesan persatuan. 

Di hadapan ratusan kolega, kerabat, dan kader Golkar, ia mengajak seluruh elemen partai menurunkan tensi, merapatkan barisan, serta kembali fokus pada kerja nyata bagi masyarakat di awal 2026.

Suasana hangat menyelimuti saat Abah Anton merayakan pertambahan usianya. Ratusan tamu hadir, mulai dari sahabat lama hingga kader Golkar generasi baru. 

Perayaan berlangsung sederhana namun penuh makna, di mana Abah Anton mengajak tamu undangan untuk bergembira bersama.

Di sela kebersamaan, Abah Anton menyampaikan pesan politik dengan nada tenang, tanpa gestur konfrontatif maupun ambisi personal. 

Ia mengawali pernyataannya dengan ucapan selamat tahun baru 2026, menegaskan pergantian tahun sebagai momentum bagi dirinya dan keluarga untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Banyak masyarakat yang masih hadir dan menyampaikan kebutuhan mereka. Itu menjadi pengingat bagi kami untuk tetap berkontribusi,” ujarnya.

Abah Anton menekankan komitmen bersama kader Golkar untuk menerjemahkan semangat kekaryaan dalam kerja nyata. 

Menurut dia, politik tidak cukup berhenti pada wacana atau posisi, melainkan harus menjelma menjadi aksi konkret yang dirasakan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung dinamika internal Golkar. Abah Anton berharap konflik yang sempat mencuat segera diselesaikan, karena perpecahan hanya akan melemahkan kekuatan partai dan mengaburkan tujuan besar Golkar sebagai partai karya.

“Golkar harus mantap. Konflik jangan berlarut-larut, karena energi partai seharusnya digunakan untuk bekerja,” ucapnya.

Ia menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi atau ambisi politik tertentu. Kehadirannya dalam dinamika Golkar, menurutnya, murni sebagai kader yang ingin partai tetap utuh. 

“Saya tidak punya kepentingan apa pun. Harapan kami hanya satu, Golkar jangan berpecah belah,” tuturnya.

Abah Anton menjelaskan keterlibatannya sebelumnya dilakukan untuk menampung aspirasi kader di tingkat bawah agar tidak berkembang menjadi konflik lebih besar. Proses tersebut telah disampaikan kepada pengurus provinsi hingga pusat.

Bagi Abah Anton, usia ke-65 bukan sekadar penanda waktu, melainkan momentum untuk menata ulang arah pengabdian. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi kepada masyarakat sepanjang 2026 melalui Golkar. (dad/mar)