Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Eric Hermawan.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Eric Hermawan, menyatakan bersyukur atas respons positif pemerintah terhadap perjuangannya bersama Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, dalam mendorong solusi berkeadilan bagi industri rokok di Madura.
Hal ini menyusul wacana Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terkait penambahan lapisan tarif baru cukai hasil tembakau.
Eric menilai, langkah pemerintah menjadi titik terang bagi petani tembakau dan pengusaha rokok rakyat di Madura yang selama ini berada dalam tekanan penegakan hukum tanpa solusi transisi memadai.
“Saya bersyukur perjuangan kami di Komisi XI, khususnya bersama Pak Misbakhun, mulai direspons secara positif oleh pemerintah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima BANGSAONLINE.com, Kamis (15/1/2026).
Menurut dia, polemik rokok ilegal di Madura tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan represif. Sejak awal, Komisi XI DPR RI mendorong agar negara membuka ruang legalisasi bertahap bagi pelaku usaha kecil agar masuk ke sistem resmi.
“Tujuannya jelas, agar petani tembakau dan pengusaha rokok Madura tetap hidup, sekaligus negara mendapatkan penerimaan,” tuturnya.
Dijelaskan olehnya, perjuangan itu dilakukan melalui berbagai forum resmi, termasuk rapat dengar pendapat (RDP) di daerah dan Jakarta, serta komunikasi intensif dengan Kementerian Keuangan.
Eric menyebut dukungan Ketua Komisi XI DPR RI menjadi faktor penting dalam mengawal aspirasi masyarakat Madura hingga ke tingkat pengambil kebijakan nasional.
Sejalan dengan itu, ia menegaskan langkah tersebut juga merupakan implementasi arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang berpesan agar setiap perjuangan politik menghadirkan perubahan nyata bagi rakyat dan negara.
“Ketum Golkar selalu mengingatkan kami agar setiap perjuangan politik harus berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat, tanpa mengorbankan kepentingan negara,” ucapnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan menyatakan pemerintah tengah membahas penambahan satu lapisan tarif baru cukai hasil tembakau. Kebijakan ini ditujukan untuk memberi ruang bagi pengusaha rokok ilegal agar beralih menjadi legal dan berkontribusi terhadap penerimaan negara.
“Kita akan memastikan satu layer baru, masih dalam tahap diskusi,” katanya.
Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan memberikan toleransi apabila masih ditemukan pelanggaran setelah kebijakan dimaksud diberlakukan. Penindakan tegas akan dilakukan terhadap pelaku usaha yang tetap melanggar ketentuan cukai.
Menanggapi hal itu, Eric berharap kebijakan baru disertai sosialisasi dan pendampingan masif bagi pelaku usaha rokok rakyat di Madura.
“Saya dan Partai Golkar berkomitmen mengawal kebijakan yang adil, agar rakyat terlindungi dan negara tetap kuat,” pungkasnya. (sta/mar)






