Safari Ramadhan Golkar Malang Jadi Ajang Konsolidasi Kepengurusan Baru

Safari Ramadhan Golkar Malang Jadi Ajang Konsolidasi Kepengurusan Baru Safari Ramadhan DPD Golkar Kota Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Safari Ramadhan yang digelar DPD Golkar Kota Malang menjadi momentum konsolidasi sekaligus refleksi bagi kepengurusan baru periode 2025-2030. Kegiatan berlangsung di kediaman tokoh senior Golkar, Sofyan Edi Jarwoko, di Sukun, pada Senin (23/2/2026) malam.

Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, bersama jajaran pengurus harian menerima sejumlah pesan penting terkait soliditas dan arah perjuangan partai. 

Sofyan Edi, yang memimpin Golkar Kota Malang selama tiga periode (2009-2024), menegaskan kekompakan internal sebagai fondasi menghadapi dinamika politik.

Ia mengingatkan, tantangan politik di Kota Malang cukup tinggi sehingga kepemimpinan harus mampu merangkul seluruh kader. 

“Kalau kita mencintai partai ini, berikan ruang bagi pengurus baru untuk bekerja. Proses konsolidasi, kaderisasi, hingga penyusunan program membutuhkan waktu dan dukungan bersama,” ujarnya.

Mantan Wakil Wali Kota Malang periode 2018-2023 itu juga menekankan pentingnya kerja politik konkret yang dirasakan masyarakat. Ia mendorong agar peran kader di legislatif maupun aktivitas sosial semakin dioptimalkan. 

Sofyan Edi menambahkan, partai politik tidak boleh berjarak dengan masyarakat dan harus mampu membaca aspirasi warga.

Sorotan khusus diberikan pada dominasi pemilih muda. Ia meminta pengurus menyusun program adaptif dan relevan bagi kalangan milenial dan Gen Z agar merasa terwakili.

Menanggapi arahan tersebut, Djoko Prihatin menyampaikan apresiasi atas nasihat seniornya. Ia menegaskan komitmen kepengurusan periode 2025-2030 untuk menjadikan soliditas internal sebagai prioritas awal. 

Dalam waktu dekat, Golkar Kota Malang akan fokus pada konsolidasi hingga tingkat kelurahan, memperkuat kaderisasi, serta merancang agenda kreatif seperti pelatihan kepemudaan dan forum aspirasi terbuka.

Djoko menambahkan, Golkar Kota Malang akan mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, partai tidak hanya berorientasi pada agenda elektoral, tetapi juga hadir sebagai solusi atas persoalan daerah. (dad/mar)