Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, saat memberi sambutan.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - DPD Golkar Kota Malang mulai turun langsung ke wilayah kecamatan untuk membenahi struktur organisasi yang dinilai belum tertata rapi.
Langkah tersebut dilakukan melalui rangkaian anjangsana yang dikemas dengan halal bihalal, pemaparan program, hingga audit organisasi sebagai persiapan musyawarah kecamatan.
Kegiatan dilaksanakan di 5 kecamatan dengan agenda utama memperkenalkan program 'Mengakar', memaparkan peran Lembaga Bantuan Hukum Golkar, serta mengevaluasi kesiapan kepengurusan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menegaskan kehadiran pengurus di lapangan bukan sekadar silaturahmi, melainkan memastikan organisasi berjalan sesuai aturan.
“Kami turun langsung untuk melihat kondisi riil di bawah. Selain halal bihalal, kami juga melakukan audit organisasi, terutama terkait administrasi kepengurusan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan masih ditemukan ketidaktertiban administrasi di sejumlah wilayah.
“Masih ada yang mengaku sebagai pengurus, tetapi tidak sesuai dengan SK. Ini yang kami luruskan. Jangan sampai nanti saat Muscam muncul persoalan karena administrasinya tidak jelas,” katanya.
Menurut dia, penertiban ini penting sebelum musyawarah kecamatan. DPD akan melakukan pembenahan termasuk kemungkinan penerbitan SK baru agar struktur organisasi sah dan tidak menimbulkan konflik.
“Kalau administrasi sudah rapi, Muscam bisa berjalan tertib dan tidak menimbulkan sengketa. Ini bagian dari upaya membangun organisasi yang sehat,” ucapnya.
Djoko menambahkan penguatan struktur di tingkat bawah menjadi kunci meningkatkan performa politik partai.
“Fokus kami memperkuat kecamatan dan kelurahan sebagai basis. Dari situ kekuatan partai akan terbentuk,” imbuhnya.
Sejauh ini kegiatan telah berlangsung di Kecamatan Blimbing dan Sukun, serta akan berlanjut ke wilayah lain. Perhatian khusus diberikan pada Kecamatan Kedungkandang yang dinilai membutuhkan pembenahan lebih lanjut.
Terkait kepemimpinan di tingkat kecamatan, Djoko menegaskan calon ketua harus memenuhi kriteria sesuai AD/ART partai.
“Harus tokoh yang dikenal di wilayahnya, aktif di organisasi, punya pengalaman, dan satu garis dengan arah perjuangan partai,” tuturnya.
Melalui langkah ini, DPD Golkar Kota Malang menargetkan konsolidasi berjalan terukur sekaligus memastikan seluruh struktur organisasi siap menghadapi agenda politik mendatang. (dad/mar)

























