Gubernur Khofifah saat gelaran pasar murah di Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menggelar pasar murah di Halaman Kantor Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan kedua di tahun 2026 itu disambut antusias masyarakat sejak pagi sebagai langkah konkret pengendalian inflasi dan stabilisasi harga bahan pokok agar tetap terjangkau.
Setibanya di lokasi, Khofifah yang didampingi kepala daerah setempat menyapa warga serta membagikan telur ayam dan beras SPHP secara gratis kepada ibu, anak, dan lansia.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
Ia menekankan bahwa awal tahun sering menjadi periode rawan fluktuasi harga kebutuhan pokok, apalagi menjelang Ramadhan, sehingga intervensi melalui pasar murah sangat penting menjaga daya beli masyarakat.
"Awal tahun ini kita langsung bergerak. Pasar murah ini adalah bagian dari ikhtiar Pemprov Jawa Timur dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memastikan masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pangan dengan harga terjangkau," kata Khofifah.
Komoditas yang dijual antara lain beras premium Rp14 ribu per kg, beras medium SPHP Rp11 ribu per kg, Minyakita Rp13 ribu per liter, gula pasir Rp14 ribu per kg, telur ayam ras Rp22 ribu per pack, tepung terigu Rp10 ribu per kg, bawang putih Rp6 ribu per 250 gram, bawang merah Rp7 ribu per 250 gram, serta daging ayam ras Rp30 ribu per pack. Semua disiapkan dengan stok mencukupi.
Khofifah menegaskan, pasar murah menjadi instrumen efektif pengendalian inflasi karena menyediakan komoditas strategis dengan harga subsidi di bawah pasar.
"Kita ingin memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani lonjakan harga di awal tahun. Pasar murah ini juga kita tempatkan di titik-titik yang tidak berdekatan dengan pasar tradisional agar tidak mengganggu ekosistem pasar yang sudah ada,” tuturnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




