Sabtu, 25 Mei 2019 14:55

Surat Rekomendasi dari Bawaslu Trenggalek Dinilai Kabur oleh KPU

Rabu, 15 Mei 2019 23:23 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Herman Subagyo
Surat Rekomendasi dari Bawaslu Trenggalek Dinilai Kabur oleh KPU
Puluhan Kader PDIP Trenggalek saat berada di ruang pertemuan KPU Trenggalek. foto: HERMAN S/ BANGSAONLINE

TRENGGALEK, BANGSAONLINE.com - Puluhan kader DPC PDIP Trenggalek mendatangi gedung KPU Trenggalek, Rabu (15/5). Kedatangan mereka guna menanyakan langkah yang telah dilakukan oleh KPU terkait surat rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh Bawaslu Trenggalek beberapa waktu yang lalu.

"Jadi kedatangan kami ke sini ini ingin menanyakan pada KPU sampai sejauh mana langkah yang telah ditempuh oleh KPU terkait surat rekomendasi dari Bawaslu Trenggalek. Sebab sejauh ini kami menilai kok sepertinya tidak ada tindak lanjut sama sekali," kata Wahyu di ruang pertemuan KPU Trenggalek, Rabu (15/5).

Menanggapi pertanyaan tersebut, Suripto Ketua KPU Trenggalek menegaskan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti putusan Bawaslu Trenggalek dengan melakukan koreksi administratif.

Menurut Suripto putusan surat rekomendasi Bawaslu dalam persidangan ketika itu yang menyebutkan bahwa KPU dengan sah dan menyakinkan telah melanggar administratif, merupakan bentuk putusan sumir dan error off personal atau kabur.

Suripto kemudian menjelaskan bahwa yang dituntut itu adalah persoalan yang berada di TPS, sementara tuntutan atau putusan dari Bawaslu itu dilakukan di luar proses rekapitulasi.

"Sudah selesai rekapitulasinya. Kami memandang sesuai dengan Undang-Undang nomor 7 itu bukan lagi persoalan administratif, tetapi menyangkut pada PKPU perselisihan hasil penghitungan Pemilu yang diatur dalam Undang-Undang itu menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi, bukan lagi kewenangan Bawaslu," terangnya.

Bawaslu, kata Suripto lebih lanjut, saat menggelar persidangan tanggal 6 Mei ketika itu sudah menyalahi prosedur. "Karena undangan yang dilayangkan oleh Bawaslu ke KPU kala itu berbunyi klarifikasi, bukan undangan untuk melakukan persidangan.  Jadi kami itu diundang pada tanggal 6 Mei itu bukan untuk sidang, tetapi untuk klarifikasi," katanya.

Ia kemudian menambahkan ketidakhadiran pihaknya atas undangan Bawaslu itu dikarenakan ia beserta lima komisioner KPU tengah mengikuti proses rekapitulasi tingkat provinsi.

"Jadi kami sudah melayangkan surat ke Bawaslu bahwa kami tidak bisa hadir di persidangan Bawaslu pada tanggal 6 itu, karena kami berlima beserta lima komisioner beserta sekretaris dan operator menghadiri rekapitulasi di provinsi," tepisnya. (man/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...