Sabtu, 25 Mei 2019 14:54

Bancakaan Kayon, Ritual 50 Tahunan Warga Bejagung Tuban

Kamis, 02 Mei 2019 16:47 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Bancakaan Kayon, Ritual 50 Tahunan Warga Bejagung Tuban
Replika bangunan rumah berupa kuncup makam Sunan Bejagung Lor dan gunungan yang berisi sayur dan buah-buahan saat dikirab.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ritual Bancakan Kayon kembali digelar masyarakat Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Kamis (2/5).

Masyarakat sekitar biasanya menyebut agenda 50 tahunan itu dengan istilah Ritual Bancakan Kayon. Ritual itu digelar sebagai bentuk syukur atas direnovasinya makam Sunan Syeh Asy'ari Bejagung.

Kepala Desa Bejagung, Aang Suttan Manuhutung Rahman Siregar mengatakan, agenda yang diperingati 50 tahun sekali itu dilangsungkan di sekitar area makam Sunan Syeh Asy'ari Bejagung dengan melibatkan seluruh masyarakat desa.

Antusiasme masyarakat sangat tinggi dalam kegiatan ini. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang membawa tumpeng berisi berbagai macam makanan sebagai wujud syukur.

"Sebelum acara syukuran dimulai, sejumlah warga terlebih dahulu melakukan kirab dengan membawa replika cungkup makam sunan Bejagung keliling kampung hingga menuju ke pemakaman," kata Aang Suttan. 

Yang menjadi daya tarik dari tradisi ini adalah adanya replika bangunan rumah makam Sunan Bejagung Lor berupa kuncup. Sedangkan di sekitar kuncup dihiasi beberapa bahan makanan hasil bumi, seperti sayur-sayuran, buah, dan umbi-umbian yang kemudian direbutkan oleh para warga karena dianggap dapat membawa berkah. 

Dalam sekejap, gunungan berisi sayur dan buah-buahan ludes diperebutkan oleh warga. "Tentunya terlebih dahulu kita bacakan doa atas rasa syukur kita kepada Allah SWT atas limpahan berkah yang sudah diberikan kepada masyarakat Desa Bejagung," tuturnya.

Acara yang hanya diadakan 50 tahun sekali ini juga merupakan bentuk perhatian desa dalam melestarikan budaya di Tuban. Dalam acara tersebut, selain dihadiri oleh ratusan warga Desa Bejagung, turut hadir juga warga dari desa lain. Acara itu juga mendapatkan pengawalan dari petugas hansip dan polisi.

"Ini juga upaya kami untuk melestarikan budaya di Tuban, sekaligus memperkenalkan kepada generasi muda," pungkasnya. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...