Sabtu, 20 Juli 2019 23:58

Turunkan APK, Relawan Bawaslu Bangkalan Tersengat Listrik

Senin, 15 April 2019 19:32 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fauzi
Turunkan APK, Relawan Bawaslu Bangkalan Tersengat Listrik
Umar Sahid (23), korban kesetrum listrik saat dirawat di ruang IGD RSU Bangkalan.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Umar Sahid (23), warga Kampung Ketengan, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burnih mengalami musibah kesetrum listrik ketika menurunkan Baliho (APK) yang ada di depan Kecamatan Burnih, Senin (15/4) pukul 11.10 WIB.

Hasil pantauan BANGSAONLINE.com, Korban menurunkan salah satu bendara Parpol yang ada di atas pohon. Setelah berhasil diambil dan hendak diturunkan, korban tidak mampu memegang tiang bendera, sehingga tiang bambu bendera lepas dan menimpa kabel induk. Kondisi bambu dan kabel dalam keadaan basah, sehingga korban langsung tersengat aliran listrik.

Beruntung korban tidak sampai jatuh ke tanah, karena nyangkut di cabang pohon (ranting). Tim selanjutnya segera membantu menurunkan korban menggunakan mobil Satpol PP.

Korban Umar Sahid adalah relawan Bawaslu yang memang khusus diperbantukan dalam penurun APK menjelang pencoblosan.

Hingga pukul 14.00 WIB, korban masih ada di ruang IGD RSU Bangkalan dalam kondisi sadar, meski tangan kiri menderita luka bakar. Rencananya, ia akan dirawat di Rumah Sakit Umum Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

Menurut dr. Mahrus, dokter Emergency Gawat Darurat Khusus di RSUD Bangkalan, hasil pemeriksaan di IGD menjelaskan kondisi korban perkembangannya lebih baik, walaupun tangan dalam keadaan gosong. Namun untuk memastikannya, ia mengatakan masih akan dilakukan observasi.

"Meskipun tampak luarnya baik, tapi tampak dalamnya belum tentu. Bisa saja kemungkinan ada otot yang rusak. Jadi tetap kita evaluasi dan observasi dahulu. Kita periksa produksi kencingnya dan rontgen serta lainnya," tutur Mahrus.

"Jika kesetrum listrik biasanya yang terserang adalah jantungnya. Irama jantung bisa tidak berirama dan itu yang menyebabkan kematian. Tapi Alhamdulillah pasien ini jantungnya sudah berirama setelah kita beri cairan," sambungnya.

Ketua Bawaslu Bangkalan Mustain membenarkan bahwa korban adalah relawan yang dibayar oleh Bawaslu yang memiliki keahlian khusus untuk menurunkan APK dan BK yang dipasang di atas pohon.

"Kejadian ini pembelajaran bagi kita justru di Indonesia. Sebenarnya Bawaslu Bangkalan sudah kirim surat kepada partai politik untuk menurukan APK, tapi tidak ada respon. Mereka membiarkan saja," tuturnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada partai politik sebagai peserta pemilu ikut memberikan edukasi kepada masyarakat agar ikut bertanggung jawab untuk menurunkan. "Jika tidak diturunkan, integritas penyelenggara yang disalahkan," pungkasnya. (uzi/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...