Tim Satgas Nataru 2025/2026 saat meninjau SPBU untuk menjaga pasokan energi.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pertamina Patra Niaga resmi mengakhiri masa tugas Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru (Satgas Nataru) 2025/2026. Langkah ini diambil menyusul kondisi pasokan energi nasional yang telah kembali stabil pasca lonjakan mobilitas masyarakat di akhir tahun.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa tim satgas telah bekerja keras memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi di tengah tantangan arus mudik dan balik.
"Satgas khusus Pertamina Patra Niaga ini turut menjaga pasokan energi dengan aman pada masa Natal dan Tahun Baru. Mulai dari arus pergi hingga arus balik," kata Ahad Rahedi saat dihubungi, Rabu (21/1/2026).
Satgas kali ini beroperasi dengan durasi yang lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya, yakni dimulai sejak 13 November 2025. Fokus utamanya adalah menjaga rantai distribusi di seluruh wilayah kerja, khususnya Jawa Timur.
"Jadi tugasnya menjaga ketersediaan stok BBM, LPG, dan Avtur agar kondisi aman, dengan ketahanan stok yang bervariasi mulai dari 8 hingga 15 hari tergantung produk dan wilayah," papar Ahad.
Untuk mendukung kelancaran tersebut di wilayah Jatimbalinus, Pertamina menyiagakan infrastruktur yang masif, meliputi 6 Terminal BBM, 1.010 SPBU, 33 SPBUN, 961 Agen LPG, serta 5 Aviation Fuel Terminal yang dipantau selama 24 jam.
"Tujuannya yaitu memberikan kenyamanan kepada masyarakat. Kami juga menyediakan layanan tambahan bagi pemudik dengan menghadirkan Serambi MyPertamina. Dan untuk masyarakat Jatim patut berbangga karena Jatim menjadi 1 dari 2 wilayah yang terpilih di Regional Jatimbalinus, yakni di SPBU KM 66A Malang-Pandaan dan Bandara Juanda," bebernya.
Ahad menegaskan bahwa evaluasi dari masa tugas kali ini akan menjadi pijakan untuk meningkatkan layanan di masa mendatang, terutama di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, merinci dinamika konsumsi energi selama periode Nataru. Tercatat konsumsi LPG di Jawa Timur mengalami kenaikan sebesar 4,2 persen dibandingkan kondisi normal.
Sebaliknya, untuk Gasoline (bensin) dan Avtur relatif stabil, sementara Gasoil (solar) justru mengalami penurunan akibat berkurangnya aktivitas industri selama liburan. Iwan pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kelancaran operasional ini.
"Terimakasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada seluruh stakeholders, baik dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta rekan-rekan media. Apresiasi yang setinggi-tingginya juga saya sampaikan kepada seluruh tim Pertamina yang siaga penuh, serta keluarga mereka yang turut mendukung kelancaran operasional selama masa Satgas," tutup Iwan. (wan/rev)






