Sabtu, 20 Juli 2019 23:52

Mendikbud: Usut Tuntas Aktor Penyebar Hoaks Audrey di Medsos

Jumat, 12 April 2019 22:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Mendikbud: Usut Tuntas Aktor Penyebar Hoaks Audrey di Medsos
Mendikbud Muhajir Effendi saat memberikan ketetangan pers.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, meminta kepada aparat kepolisian Polda Kalimantan Barat (Kalbar), agar mengusut tuntas aktor penyebar berita bohong Audrey.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap Audrey salah satu pelajar, SMP di Pontianak, yang sempat viral, lantaran dikeroyok lebih dari sepuluh siswa itu, tidak benar terjadi. Hingga muncul Hashtag Justice for Audrey yang menghebohkan dunia maya.

Kasus kekerasan memang menimpah korban. Namun berita yang mengatakan jika korban dikeroyok serta mengalami luka serius di organ intim, itu tidak benar terjadi alias hoax atau berita bohong. Hasil visum dari kepolisian setempat menunjukkan bahwa yang telah diberitakan sebelumnya di medsos itu tidak benar.

"Saya sudah berkunjung ke Pontianak melihat langsung kondisi anaknya, dan bertemu dengan penyidik kepolisian setempat. Mohon maaf, tidak terjadi luka robek di bagian organ tubuhnya seperti yang diunggah di media sosial," katanya.

Ia menjelaskan, penganiayaan yang terjadi terhadap Audrey, dilakukan dengan cara pelaku dan korban berkelahi satu lawan satu. Bukan dikeroyok. Bahkan aksi duel tersebut disaksikan banyak orang.

"Informasinya yang saya terima, korban ini mengejek di sosmed, kemudian terjadi perkelahian, dan itu dilakukan dengan cara berkelahi satu lawan satu. Kalau dikeroyok 12 orang itu tidak benar," tegasnya.

Untuk memastikan luka yang menimpa korban, pihak rumah sakit yang merawat korban juga diminta untuk menggelar visum ulang, jika dibutuhkan untuk melengkapi hasil visum dari aparat kepolisian polres setempat.

"Saya juga sudah bertemu dengan psikis yang saat ini mendampingi korban, dan Alhamdulillah secara kesehatan mental tidak perlu dikhawatirkan. Aman. Sedangkan KPAI juga sudah melaporkan pelaku yang dengan sengaja membuat berita gaduh di medsos," jelasnya.

Pasca mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat, kondisi Audrey juga sudah lumayan membaik. "Pada saat dikunjungi, anaknya sangat sehat dan mampu berkomunikasi dengan baik dengan Mendikbud. Bahkan saat berbicara, anak tersebut memakai bahasa Inggris. Anaknya kondisinya Alhamdulillah sehat, dia merupakan anak yang cerdas mampu berkomunikasi pakai bahasa Inggris dengan saya," pungkasnya. (qom/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...