Senin, 22 Juli 2019 22:11

Bermohon Pemilu Damai dan Lancar, Polres Pasuruan Gelar Tabligh Akbar

Jumat, 22 Maret 2019 14:10 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: M Andy Fachrudin
Bermohon Pemilu Damai dan Lancar, Polres Pasuruan Gelar Tabligh Akbar
Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E, M.M.A, Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo. S.I.K dan tamu kehomatan lain saat foto bersama dalam acara tabligh akbar di halaman Mapolres Pasuruan. foto: Andy Fachrudin/ BANGSAONLINE

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan menggelar tabligh akbar, meliputi doa bersama dan istighosah. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Pasuruan yang kondusif menjelang pemilu dan Pilpres April 2019 mendatang.

Acara mengambil tema "Menyongsong Pemilu 2019 yang Aman, Damai dan Kondusif Demi Keutuhan NKRI". Dalam kesempatan itu hadir Bupati Pasuruan H. M. Irsyad Yusuf, S.E, M.M.A., Kapolres Pasuruan, dan undangan kehormatan lain.

"Tabligh akbar ini pencerahan. Intinya bagaimana mensyukuri nikmat berbangsa dan bernegara dalam bingkai persatuan tanpa hoaks dan provokasi," ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo. S.I.K.

"Tabligh akbar ini kita laksanakan dalam rangka meningkatkan tali silaturahim dan juga kekeluargaan bersama masyarakat. Selain itu untuk menguatkan dan mengokohkan menjadi pribadi umat Muslim yang istiqamah," jelas dia.

Rizal melanjutkan, istighosah merupakan salah satu cara meminta kepada Allah SWT. "Dengan istighosah ini diharapkan warga Kabupaten Pasuruan dilindungi oleh Allah. Terutama dilindungi dari berbagai hal yang bisa membuat Pasuruan menjadi semrawut atau bermasalah," tegas Rizal saat ditemui usai acara selesai.

Terpisah, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyatakan ingin menjadikan media istighosah sebagai pemersatu bangsa. Ia berpesan agar Pemilu ini tidak menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.

"Masyarakat itu jangan karena ada isu dengan mudahnya tanpa disaring dan terima. Itu bagian yang tidak menyehatkan dalam berpolitik dan bernegara," kata Bupati dalam sambutannya.

"Jangan sampai dengan mudahnya percaya terhadap isu negatif. Sehingga membuat masyarakat tercerai berai karena kesatuan persatuan itu yang yang paling utama. Intinya kita harus tabayyun. Jangan sampai kita dapat pesan melalui media sosial, kita mudah percaya. Mendapatkan informasi jangan sampai sahwat jempol saja yang kita lakukan, harus dicek dulu, kebenarannya," papar dia. (maf/par/ns)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...