Jumat, 07 Mei 2021 23:16

Disebut Terima Setoran, Polisi Demo, Wakapolres: Kami Tegakkan Disiplin

Sabtu, 04 Oktober 2014 17:20 WIB
Disebut Terima Setoran, Polisi Demo, Wakapolres: Kami Tegakkan Disiplin
Suasana di mapolres pamekasan. Foto:surya/tribunnews.com

PAMEKSAN(BangsaOnline) Wakapolda Jatim Brigjen Pol Suprojo Wirjo Sumarjo akhirnya turun ke Polres Pamekasan. Orang nomor dua di jajaran kepolisian Jawa Timur itu langsung menggelar rapat tertutup (Sabtu (4/10/2014).

Seperti dilaporkan detik.com, Suprojo disambut Wakapolres Pamekasan Kompol Hartono saat tiba di halaman Polres Pamekasan. Tanpa banyak bicara, Suprojo langsung masuk dan beberapa jajaran perwira juga masuk ke salah satu ruangan untuk melakukan rapat tertutup.

Hartono sempat meladeni pertanyaan wartawan sebelum dirinya ikut masuk rapat. "Tindakan kami hanya untuk menegakkan disiplin," ujar Hartono.

Hartono menambahkan, demi menekan maraknya curanmor di Pamekasan, pihaknya harus bekerja keras. Karena itu agar kasus curanmor terungkap, maka anggota diminta untuk bekerja keras.

"Keputusan ada di pimpinan," ujar Hartono sambil beranjak masuk ke ruangan.

Sementara kondisi di Polres Pamekasan sudah kondusif dan garis police line yang dipasang sebelumnya sudah dicabut. Sementara anggota yang melakukan aksi unjuk rasa dikumpulkan di Gedung Bhayangkara yang berjarak kurang lebih 30 meter dari ruang tertutup yang digelar wakapolda dan wakapolres.

Sebelumnya diberitakan, sekitar 500 anggota Polres dan Polsek di Pamekasan unjuk rasa di Mapolres Pamekasan. Mereka mendesak Wakapolres Pamekasan, Kompol Hartono, Kabag Ops, Kompol Slamet Riyadi dan Kabag Sumber Daya (Sumda), Sugeng Santoso, hengkang dari Polres Pamekasan, Sabtu (4/10/2014).

Mereka kecewa dan sakit hati terhadap ketiga perwira di Polres itu, lantaran selama ini sering menghina dan melecehkan anggota, baik saat apel pagi, mau pun di tempat umum yang disaksikan banyak orang di luar anggota Polres Pamekasan, dengan mengatakan binatang, anjing, pelacur dan suka terima setoran togel.

BACA JUGA : 

Pamekasan Bakal Gelar Festival Pameran Batik Toket Go Internasional

Masa Tenang, Panwaslu Pamekasan Tertibkan APK dari Spanduk Hingga Stiker

Gelar Bimtek, Panwaslu Pamekasan Minta PPL Netral

Panwaslu Pamekasan Tertibkan APK Serentak di 13 Kecamatan

Akibat unjuk rasa itu, pelayanan di Polres, baik di bagian pengaduan, serse, intel termasuk di jajaran seluruh Polsek di Pamekasan lumpuh.

Sebab di seluruh ruang serse diberi garis polisi dan pintunya ditutup. Sementara seluruh Kapolsek yang kebetulan berada di Polres, hanya menyaksikan di halaman polres.

“Kami minta sekarang juga wakapolres, kabag ops, kabag sumda pindah dan hengkang dari Polres Pamekasan. Ketiga perwira itu sudah tidak pantas berada di polres, karena tidak menghargai kinerja anggota dengan mengatakan kami anjing, pelacur dan suka terima setoran. Kalimat ini hampir tiap di lontarkan di depan anggota,” ujar salah seorang anggota sambil berteriak di halaman Mapolres Pamekasan.

Kemudian mereka bergerak ke pintu utama menuju polres untuk menemui Wakapolres Hartono, Kabag Ops Slamet Riyadi dan Kabag Sumda Sugeng Santoso.

Namun di depan pintu masuk mereka dicegah anggota Provos Polres yang berjaga, sehingga mereka bergerombol di depan pintu.
Selang berapa lama mereka berteriak, ketika salah seorang anggota serse yang dipanggil masuk menghadap wakapolres dikeluarkan ke halaman polres. Lalu anggota serse itu diapit anggota lain dan dielu-elukan.

“Terima kasih kawan, kamu memperjuangkan nasib kami,” kata anggota yang lain.

Berselang tidak berapa lama, Wakapolres Kompol Hartono ke luar menemui mereka. Saat itu juga anggota menyerbu dan mengepung wakapolres sambil menuding wakapolres pindah dari polres.

Namun wakapolres diam tidak menjawab, khawatir suasana makin memanas, wakapolres dibawa masuk kembali dan berada di ruangannya.

Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Mohammad Nuramin, mencoba mencegah mereka dan meminta mereka masuk ruangan.
Namun mereka menolak sebelum ketiga perwira yang dituntut ke luar itu membuat surat pernyataan mundur dari Polres Pamekasan. Dan hingga diturunkan, mereka masih berunjuk rasa.

Sumber: detik.com/tribunnews.com
Suami Takut Istri
Kamis, 06 Mei 2021 18:19 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dalam seminar bertema gender, Gus Dur ditanya seorang peserta. Pertanyaannya sangat sensitif dan pribadi. “Gus, katanya beberapa kiai juga takut pada istri. Apa Gus Dur juga takut pada istri?,” tanya orang itu....
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Jumat, 07 Mei 2021 06:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Wartawan kondang Dahlan Iskan mencatat dua waswas setelah pengumuman pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2021 ternyata minus hampir 1 persen.Apa saja? Silakan baca tulisan wartawan kawakan itu di HARIAN BANGSA dan BANGSA...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 07 Mei 2021 10:42 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...