Minggu, 26 Mei 2019 15:21

Jelang Akhir Tahun, DBD Renggut Korban Jiwa di Madiun

Selasa, 18 Desember 2018 19:47 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Jelang Akhir Tahun, DBD Renggut Korban Jiwa di Madiun
Pengasapan (fogging) setelah ada korban jiwa.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Akhir tahun 2018, penyakit demam berdarah (DBD) kembali merenggut nyawa, tepatnya pada Minggu, 16 Desember 2018. Kali ini korbannya seorang ibu muda bernama Eka Sulastri (23), warga RT 12 Desa Luworo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. 

Malang tak bisa ditolak, 3 hari menderita DBD, nyawanya sudak tak tertolong. Hal ini diungkapkan Mardji selaku Kaur Kesra Desa setempat. Mardji mengatakan, korban masuk rumah sakit Panti Waloyo tanggal 13 Desember pukul 10 malam dan meninggal 16 Desember 2018.

“Korban ini masuk rumah sakit dan dirawat selama 3 hari dan pada tanggal 16 desember korban meninggal,” ujar Mardji.

Dia mengungkapkan, di desanya belum pernah ada kasus DB, adanya hanya penyakit demam biasa. "Dan untuk ini sudah sakit demam 2-3 hari sembuh, seperti itu. Sehingga, kita tidak mengerti ini penyakit apa. Terus ada yang meninggal ini, kita baru tahu kalau ini penyakit DB. Saya sendiri belum tahu tentang ciri-ciri penyakit DB," ungkapnya.

Dengan Kejadian warganya yang meninggal dan masih ada yang dirawat di rumah sakit, Mardji diminta mendata nama dan alamat lengkap.

“Bulan kemarin sudah ada kejadian, dan ini baru ada musibah sehingga kita disuruh buat data nama-nama ada 4 orang yang sakit di Desa Luworo termasuk yang meninggal,“ ujarnya.

Pengamatan di lapangan, nampak dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun lambat dalam menangani kasus ini. Hal ini dibuktikan setelah ada warga yang meninggal baru dilakukan fogging. Padahal di desa tersebut sudah ada keluhan penyakit yang diduga DB.

“Lha iya desa sini sudah ada yang sakit panas demam tinggi tapi 3-4 hari sembuh, juga sudah ada yang dirawat di rumah sakit. Tapi kenapa tidak segera dilakukan pengasapan? Katanya mencegah lebih baik daripada mengobati?,” ujar warga yang namanya tidak mau disebutkan. (hen/ian) 

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...