MADIUN,BANGSAONLINE.com - Kesibukan sering kali membuat seseorang lupa memperhatikan kondisi tubuhnya sendiri.
Itulah yang dialami Awawina (32). Di tengah rutinitas mengurus rumah dan pekerjaan, ia merasa tubuhnya baik-baik saja.
Tidak ada rasa sakit yang mengganggu, hanya lelah yang datang lebih sering dari biasanya.
Namun justru dari rasa lelah itulah muncul pertanyaan sederhana yang mengusik pikirannya, apakah dirinya benar-benar sehat?.
Suatu hari, di sela waktu luangnya, Awawina mencoba membuka Aplikasi Mobile JKN. Ia lalu memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan, sekadar ingin tahu kondisi tubuhnya.
Tak disangka, pertanyaan-pertanyaan yang tampak sederhana justru membuatnya berhenti sejenak.
Pola makan yang tidak teratur, jarangnya aktivitas fisik, hingga waktu istirahat yang sering terabaikan perlahan terasa nyata ketika ia menjawab satu per satu pertanyaan yang muncul di layar ponselnya.
Saat hasil skrining ditampilkan, Awawina mengaku tersentuh. Bukan karena merasa takut, melainkan karena merasa disadarkan.
“Ketika melihat hasilnya, rasanya seperti diingatkan dengan cara yang halus. Bukan menakutkan, tapi cukup membuat saya berpikir. Ternyata selama ini saya kurang peduli terhadap diri sendiri,” cerita Awawina, Jumat (9/1/2025), saat ditemui di kediamannya.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya tentang makna sehat. Selama ini, Awawina menganggap sehat berarti tidak sedang sakit.
Padahal, melalui skrining riwayat kesehatan, ia memahami bahwa tubuh bisa saja terlihat baik-baik saja, namun menyimpan potensi risiko jika tidak dijaga sejak dini.
Hasil skrining itu bukan ia anggap sebagai vonis, melainkan sebuah pengingat untuk mulai berbenah.
“Saya jadi lebih tenang, setidaknya saya tahu kondisi tubuh saya dan bisa mulai memperbaiki kebiasaan. Kalau kita sehat, keluarga juga ikut merasakan dampaknya. Ini bentuk kepedulian terhadap diri sendiri dan keluarga,” tambahnya.
Kisah Awawina menjadi gambaran bahwa menjaga kesehatan tidak selalu harus dimulai dari keluhan atau sakit. Melalui langkah sederhana seperti Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, peserta JKN dapat mengenali kondisi tubuh lebih awal dan terdorong untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat.
Kesadaran kecil yang tumbuh dari dalam diri inilah yang menjadi fondasi penting untuk hidup sehat dalam jangka panjang.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menyampaikan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif BPJS Kesehatan agar peserta JKN tidak hanya memanfaatkan Program JKN saat sakit, tetapi juga aktif menjaga kesehatan ketika dalam kondisi sehat.
Melalui fitur Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan mengajak peserta untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sejak dini.
“Menjaga kesehatan bisa dimulai dari langkah sederhana, yaitu mengenali kondisi diri sendiri. Sudah saatnya masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik untuk masa depan dengan melakukan skrining riwayat kesehatan. Dengan mengetahui potensi risiko sejak dini, kesempatan untuk memperbaiki gaya hidup dan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih besar,” jelas Ita.
Ita menambahkan, apabila hasil skrining menunjukkan tidak adanya risiko, peserta JKN diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat, rutin berolahraga, serta dapat melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), baik melalui layanan telekonsultasi maupun kunjungan langsung jika diperlukan.
Sementara itu, jika hasil skrining menunjukkan adanya risiko, peserta dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP guna mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan lebih awal.
Melalui pemanfaatan Skrining Riwayat Kesehatan, BPJS Kesehatan mengajak peserta JKN untuk tidak menunggu sakit terlebih dahulu.
Karena menjaga kesehatan dapat dimulai dari langkah sederhana, mengenali diri sendiri, dan mengambil keputusan yang lebih baik demi masa depan yang lebih sehat. (*)






