Cabe Jamu Sumenep
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Produk unggulan daerah, Cabe Jamu Sumenep, resmi tercatat sebagai potensi Indikasi Geografis setelah Pemerintah Kabupaten Sumenep menerima Surat Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
Dokumen tersebut menjadi bentuk perlindungan hukum terhadap potensi Indikasi Geografis (PIG) daerah. Pencatatan itu terdaftar dengan Nomor PIG352024000024 dan ditetapkan pada Maret 2024.
Capaian tersebut merupakan salah satu hasil kerja Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep dalam mendorong pengakuan serta perlindungan produk khas lokal agar memiliki kepastian hukum sekaligus daya saing yang lebih kuat.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid mengatakan bahwa potensi indikasi geografis yang dicatatkan adalah Cabe Jamu Sumenep.
“Kami mengajukan permohonan agar potensi daerah ini dapat diinventarisasi sehingga bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Chainur, Minggu (8/3/2026).
Dengan pencatatan tersebut, produk cabe jamu secara resmi telah diakui sebagai sumber daya alam yang berasal dari wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
“Data ini telah didokumentasikan dan diarsipkan dalam Sistem Informasi Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 tentang Kekayaan Intelektual Komunal,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Inung itu menambahkan, pencatatan tersebut merupakan langkah awal dalam proses perlindungan Indikasi Geografis Cabe Jamu Sumenep.
Dengan adanya pencatatan resmi itu, pemerintah daerah memiliki dasar hukum untuk mendorong proses lanjutan menuju sertifikasi Indikasi Geografis secara penuh.
Menurutnya, Cabe Jamu Sumenep memiliki karakteristik khas yang dipengaruhi oleh faktor geografis, seperti kondisi tanah, iklim, serta teknik budidaya masyarakat setempat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Keunikan tersebut menjadi nilai tambah yang membedakan produk tersebut dengan cabe jamu dari daerah lain.
“Harapannya, perlindungan ini tidak hanya menjaga reputasi produk, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya. (van)















