Ari Widjajanto, Kepala BMKG Trunojoyo
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan wilayah Madura masih berada dalam periode musim kemarau dengan dominasi angin timur hingga tenggara yang menyebabkan cuaca cenderung cerah pada siang hari dan lebih dingin pada malam hingga dini hari.
Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, Ari Widjajanto, mengatakan kondisi cuaca di Madura saat ini masih menunjukkan karakteristik khas musim kemarau. Meskipun terdapat perlambatan angin akibat interaksi antara daerah bertekanan rendah dan tekanan tinggi di sekitar Pulau Jawa bagian barat, dampaknya dinilai tidak signifikan.
"Hingga beberapa hari ke depan, angin timur-tenggara masih bertiup tanpa gangguan berarti. Karena itu, kondisi cuaca masih menunjukkan karakteristik musim kemarau, yaitu malam hari terasa dingin dan siang hari cukup panas dengan tutupan awan yang relatif sedikit," ujarnya.
Menurut Ari, pola angin yang stabil membuat cuaca di Madura cenderung cerah dengan intensitas hujan yang masih rendah dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mencatat suhu muka laut di wilayah Indonesia bagian timur hingga perairan utara Pulau Jawa masih tergolong hangat. Kondisi tersebut berpotensi mendukung pembentukan awan konvektif apabila terjadi gangguan cuaca atau perlambatan kecepatan angin.
"Perlu diingat bahwa suhu muka laut masih hangat. Jika sewaktu-waktu terjadi perlambatan angin, maka dapat memicu pertumbuhan awan konvektif. Namun saat ini peluang terjadinya hujan akibat awan konvektif masih relatif kecil," katanya.
Meski cuaca relatif cerah, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan tinggi gelombang laut, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut.
Angin timur hingga tenggara yang bertiup cukup kencang dan berlangsung secara konsisten dapat memicu kenaikan tinggi gelombang di sejumlah perairan sekitar Madura.
"Angin yang konsisten di perairan dapat meningkatkan tinggi gelombang sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran maupun nelayan yang menggunakan perahu kecil," ucapnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala guna mengantisipasi potensi risiko selama musim kemarau berlangsung.BMKG: Madura Masih Dilanda Musim Kemarau, Nelayan Diminta Waspadai Gelombang Tinggi. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




