Gelar Silaturahmi Pemuda, Pemkab Jember Fokus Dialog Pembangunan

Gelar Silaturahmi Pemuda, Pemkab Jember Fokus Dialog Pembangunan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat memberi sambutan.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pemkab Jember menggelar buka puasa bersama, sekaligus silaturahmi dengan tokoh pemuda dan mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha pada Sabtu (7/3/2026). Acara ini dihadiri berbagai organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan forum tersebut diharapkan menjadi wadah komunikasi rutin antara pemerintah daerah dan generasi muda. 

“Saya sebagai Bupati Jember membutuhkan banyak masukan dan ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa. Pemikiran mahasiswa biasanya masih sangat orisinal dan berani berpikir out of the box,” ujarnya.

Ia menilai, masukan mahasiswa penting untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat dan menggambarkan kondisi masyarakat secara langsung. Kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu juga memaparkan tantangan yang dihadapi Jember, termasuk tingginya angka kemiskinan dan persoalan sektor kesehatan.

“Secara absolut, Jember menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sementara untuk kategori kemiskinan ekstrem, Jember menjadi yang tertinggi di provinsi tersebut,” katanya.

Sejumlah kebijakan efisiensi anggaran dilakukan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Pendapatan RSUD dr. Soebandi meningkat dari Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.

Selain kesehatan, Pemkab Jember memperbaiki infrastruktur pendidikan dengan dukungan APBD dan APBN. Pada 2025, sekitar 40 persen dari 1.532 sekolah rusak berat telah diperbaiki. Pemerintah juga meluncurkan beasiswa bagi 20.000 mahasiswa asal Jember.

Pemkab menghadirkan sistem pengaduan publik 'Wadul Gus’e' yang telah menerima hampir 12 ribu laporan dengan tingkat penyelesaian 87 persen. Reformasi layanan administrasi kependudukan juga dilakukan dengan pencetakan KTP di 28 kecamatan.

“Mahasiswa harus tetap kritis, tetapi kritik yang membangun. Kritik yang disertai solusi,” ucap Gus Fawait. 

Ia menekankan indikator utama keberhasilan pemerintah adalah penurunan angka kemiskinan. Kegiatan ditutup dengan tausiyah dan doa bersama, sebagai harapan mewujudkan cita-cita 'Jember Baru, Jember Maju'. (ngga/yud/mar)