Selasa, 20 Agustus 2019 15:33

Pelaku Jual Beli Anakan Lutung Jawa Diringkus Polisi

Selasa, 04 Desember 2018 16:11 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Iwan Irawan
Pelaku Jual Beli Anakan Lutung Jawa Diringkus Polisi
Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang C Utomo di hadapan awak media saat menunjukkan hasil penangkapan jual beli satwa liar Luthung Jawa, Selasa (04/12). foto: IWAN/ BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Farid Kurniawan Santoso (31 tahun) pelaku jual beli Lutung anakan warga Bunulrejo, Kecamatan Blimbing Kota Malang, ditangkap polisi. Ia diringkus karena bisnis jual beli satwa yang dijalani melanggar UU.

Wakapolres Malang Kota Kompol Bambang C Utomo mengatakan, Farid Kurniawan Santoso telah ditetapkan sebagai tersangka dan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan oleh unit Reskrim. 

Dalam menjalankan aksinya, ia memanfaatkan media sosial untuk memasarkan lutung. Apabila ada kecocokan dari pembeli, maka ia langsung mengirimnya via transportasi bus komersil (umum). "Dan pengirimannya dilewatkan transportasi bus komersil (umum) ke arah Arjosari," katanya.

Wakapolres menjelaskan kronlogi penangkapan tersangka berawal pada Rabu (28/11/2018), sekitar pukul 22.30. Saat itu petugas BKSDA memastikan dan mengetahui adanya seseorang membawa hewan satwa. "Mengetahui adanya pelanggaran, maka petugas melakukan penangkapan sekaligus melaporkan serta menyerahkan sepenuhnya ke Polres Makota, untuk penanganannya," jelasnya.

"Akibat perbuatannya tersebut, maka tersangka kita kenakan pasal 21 ayat 2 huruf a Junto pasal 40 ayat 2 UU no. 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA Hayati dan ekosistem. Ancaman hukumannya berupa kurungan penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp juta," terang pria berpangkat melati satu di pundaknya.

Mamat Ruhimat, Kasi Konservasi BKSDA wilayah 6 Probolinggo Jawa Timur menambahkan, bahwa pihaknya melakukan penjebakan terhadap tersangka sebelum dilakukan penangkapan oleh polisi. Mamat mengaku mengetahui tersangka menawarkan satwa Lutung Jawa sebanyak dua ekor di media sosial seharga Rp 550 ribu/ekor. "Terjual sepasang Luthung anakan usia 3 bulan, sehingga kami mentransfer Rp 1 juta," tambah Mamat.

"Kami akhirnya sepakat janjian di terminal Arjosari, karena pengirimannya lewat bus umum dan transit di Arjosari, setelah mentransfer uang Rp 1 juta," imbuhnya lagi.

"Saat ini untuk keterlibatan jual beli satwa liar dilindungi UU, tengah diselidiki oleh pihak Polres. Dari mana didapatkan, dengan cara apa memilikinya itu kewenangan Polres yang mengetahuinya," pungkasnya. (iwa/thu/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...