Rabu, 21 November 2018 09:54

Dispendukcapil Belum Laksanakan Kebijakan Penghapusan Surat Pengantar untuk Pengurusan Adminduk

Kamis, 08 November 2018 16:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dispendukcapil Belum Laksanakan Kebijakan Penghapusan Surat Pengantar untuk Pengurusan Adminduk
Ilustrasi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah pusat memangkas alur birokrasi pengurusan administrasi kependudukan (adminduk), nampaknya belum dilaksanakan di tingkat daerah, tak terkecuali di Pacitan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) di Pacitan berdalih belum mendapatkan perintah tersurat dari Kemendagri soal terobosan pemerintah tersebut.

Hal itu seperti dilontarkan Supardianto, Kepala Dispendukcapil Pacitan, Kamis (8/11). Ia mengaku baru sebatas mendapatkan informasi dari grup aplikasi chatting WhatsApp (WA) terkait kebijakan tersebut. "Seingat saya belum (adanya perintah tersurat). Baru lewat grup WA," ujarnya saat dikonfirmasi WhatsApp.

Sementara itu sebagaimana informasi yang diperoleh wartawan, guna lebih mempermudah pelayanan dan meminimalisir terjadinya pungli dalam pengurusan adminduk, pemerintah banyak memangkas alur birokrasi. Terutama penghapusan surat pengantar dan administrasi lainnya agar sistem pelayanan lebih simpel.

Adapun pemangkasan surat pengantar terkait pengurusan adminduk, sesuai Perpres No 98/2018 yang telah disahkan pada tanggal 18 Oktober 2018 itu di antaranya, menegaskan bahwa pembuatan dokumen kependudukan tidak lagi memerlukan surat pengantar, baik dari RT, RW, Kelurahan maupun Kecamatan. Akan tetapi langsung mengurus ke Dispendukcapil. Kebijakan tersebut diinformasikan sebagai berikut:

- Kartu Keluarga (KK) baru:

Hanya butuh surat nikah dan keterangan pindah alamat bagi anggota baru.

- KK perubahan:

Hanya butuh KK lama dan surat pernyataan perubahan.

- E-KTP baru:

Cukup KK.

- Perubahan e-KTP:

Butuh KK dan surat keterangan pindah.

- Akta kelahiran:

Butuh surat keterangan lahir, buku nikah, KK dan e-KTP.

- Akta kematian:

Hanya butuh surat kematian. (yun/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...