Kamis, 24 Januari 2019 10:38

Dispendukcapil Belum Laksanakan Kebijakan Penghapusan Surat Pengantar untuk Pengurusan Adminduk

Kamis, 08 November 2018 16:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dispendukcapil Belum Laksanakan Kebijakan Penghapusan Surat Pengantar untuk Pengurusan Adminduk
Ilustrasi

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Kebijakan pemerintah pusat memangkas alur birokrasi pengurusan administrasi kependudukan (adminduk), nampaknya belum dilaksanakan di tingkat daerah, tak terkecuali di Pacitan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) di Pacitan berdalih belum mendapatkan perintah tersurat dari Kemendagri soal terobosan pemerintah tersebut.

Hal itu seperti dilontarkan Supardianto, Kepala Dispendukcapil Pacitan, Kamis (8/11). Ia mengaku baru sebatas mendapatkan informasi dari grup aplikasi chatting WhatsApp (WA) terkait kebijakan tersebut. "Seingat saya belum (adanya perintah tersurat). Baru lewat grup WA," ujarnya saat dikonfirmasi WhatsApp.

Sementara itu sebagaimana informasi yang diperoleh wartawan, guna lebih mempermudah pelayanan dan meminimalisir terjadinya pungli dalam pengurusan adminduk, pemerintah banyak memangkas alur birokrasi. Terutama penghapusan surat pengantar dan administrasi lainnya agar sistem pelayanan lebih simpel.

Adapun pemangkasan surat pengantar terkait pengurusan adminduk, sesuai Perpres No 98/2018 yang telah disahkan pada tanggal 18 Oktober 2018 itu di antaranya, menegaskan bahwa pembuatan dokumen kependudukan tidak lagi memerlukan surat pengantar, baik dari RT, RW, Kelurahan maupun Kecamatan. Akan tetapi langsung mengurus ke Dispendukcapil. Kebijakan tersebut diinformasikan sebagai berikut:

- Kartu Keluarga (KK) baru:

Hanya butuh surat nikah dan keterangan pindah alamat bagi anggota baru.

- KK perubahan:

Hanya butuh KK lama dan surat pernyataan perubahan.

- E-KTP baru:

Cukup KK.

- Perubahan e-KTP:

Butuh KK dan surat keterangan pindah.

- Akta kelahiran:

Butuh surat keterangan lahir, buku nikah, KK dan e-KTP.

- Akta kematian:

Hanya butuh surat kematian. (yun/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...