Berdalih Ritual Kembalikan Keperawanan, Pengasuh Pesantren Cabuli Satriwati Selama Delapan Bulan

Berdalih Ritual Kembalikan Keperawanan, Pengasuh Pesantren Cabuli Satriwati Selama Delapan Bulan Ilustrasi.

Setelah pelaku melucuti pakaian korban, lanjut ST, pelaku kemudian meraba-raba korban mulai dari dahi hingga ujung kaki. Selanjutnya korban dimintai oleh pelaku untuk duduk dan payudara korban diremas-remas oleh pelaku dari belakang.

Perbuatan tersebut berulang kali dilakukan pelaku saat korban akan pulang dari pondok, karena memasuki masa liburan. Selain itu, pelaku juga sering melakukan perbuatan cabul itu saat korban baru kembali ke pondok.

“Dari informasi yang saya terima, perbuatan pelaku tersebut sering dilakukan setiap mau pulang karena libur pondok dan kembali ke pondok, pelaku selalu melakukan perbuatan itu ke santrinya. Kalau pengakuan dari anak saya, katanya sudah berlangsung selama delapan bulan," terang ST.

Perbuatan tersangka yang sudah berusia 55 tahun itu baru terungkap setelah salah satu santriwati baru yang masuk ke pondok pesantren dan mengaku telah diperlakukan sama seperti putri ST.

"Cerita anak saya, ada santri baru, setelah diajak berbuat seperti itu oleh pelaku, santri baru tersebut cerita ke teman-temannya saat berada di kamar. Sejak itu semuanya baru terungkap," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP M Solikhin Ferry, Rabu (3/10) membenarkan adanya perkara pencabulan tersebut. Menurutnya, perkara tersebut kini sudah dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto.

"Memang benar, kita sudah menerima laporan tersebut. Setelah korban lapor ke Polsek Kutorejo, kini perkara tersebut sudah dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Mojokerto. Untuk perkembangan kasusnya masih dalam proses lidik," pungkas Ferry. (sof/dur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO