Minggu, 18 November 2018 18:22

Ngamuk dan Serang Santri, Pria Asal Lamongan Ditembak Mati Polisi di Ponpes An-Nidhomiyyah Tuban

Kamis, 13 September 2018 17:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Ngamuk dan Serang Santri, Pria Asal Lamongan Ditembak Mati Polisi di Ponpes An-Nidhomiyyah Tuban
Petugas melakukan olah TKP di lokasi penembakan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com – Afdolin (32), warga Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan harus meregang nyawa di tangan aparat kepolisian Polres Tuban, Rabu (12/9) malam.

Pemuda tersebut tewas setelah ditembak petugas di bagian kepala lantaran membuat kerusuhan di dalam Pondok pesantren (Ponpes) An-Nidhomiyyah di jalan Al Falah 2, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Rabu (12/9) malam.

Berdasarkan keterangan Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono kepada BANGSAONLINE.com, Afdolin melakukan pembacokan kepada salah satu pengunjung ponpes. "Pria ini masuk ke dalam pondok membawa sebilah parang dan secara sadis melukai santri dan salah seorang warga yang saat itu tengah bertamu di pondok," kata Nanang, Kamis (13/9).

Menurut Kapolres kelahiran Bojonegoro ini, sebelum dilakukan penembakan, pelaku terlebih dahulu diberikan peringatan. Anggota yang datang mencoba melerai dan meminta senjata yang dibawa pelaku, serta meminta agar pelaku menyerahkan diri.

(Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono memberikan keterangan)

Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil, pelaku justru menyerang petugas. Hingga akhirnya petugas menembak pelaku. "Anggota melakukan tindakan terukur, dan sesuai prosedur agar tidak terjadi korban. Akhirnya pelaku ditembak di tempat," kata perwira polisi berpangkat dua melati di pundaknya ini.

Sementara itu terpisah, pengasuh pondok pesantren An-Nidhomiyah, Ahmad Musyafak mengatakan, pelaku masuk tidak melalui pintu gerbang depan, melainkan melompat dari pagar samping barat pondok. Pasalnya, waktu itu gerbang pintu depan dalam keadaan tertutup.

Sejak awal datang, pelaku sudah membawa senjata tajam dan kemudian menyerang Nurhaji yang merupakan warga Kelurahan Kutorejo Kota Tuban. "Pelaku ini menyerang tamu saya yang bernama Nurhaji. Sedangkan tamu saya yang satu, Habib Idrus berusaha menyelamatkan diri dan berlari," katanya.

Akibatnya, Nurhaji mengalami luka pada bagian paha sebelah kanan, dan dilarikan ke rumah sakit.

Dalam peristiwa itu, pelaku juga sempat mendapatkan pukulan dari pengasuh pondok dengan tongkat. Namun pelaku yang sudah naik pitam tersebut justru kembali berusaha menyerang. Hingga akhirnya, suasana menjadi gaduh dan salah satu murid melaporkan kejadian ini ke Polres Tuban.

Pelaku sendiri dulunya pernah bekerja di pondok pesantren sebagai tukang bersih-bersih selama dua bulan, namun dikeluarkan karena para santri kerap dipukul. Pelaku akhirnya dipulangkan ke rumahnya di Brondong. Dugaan kuat sementara, pelaku nekat menyerang karena dendam, lantaran telah diberhentikan sebagai karyawan pondok. (gun/rev)

(Petugas memasang garis polisi di pintu gerbang Ponpes An-Nidhomiyyah)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Minggu, 18 November 2018 03:20 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wayad’u al-insaanu bialsysyarri du’aa-ahu bialkhayri wakaana al-insaanu ‘ajuulaan (11).Ayat studi ini mengingatkan, betapa watak dasar manusia itu tak sabaran, maunya segera terwujud ap...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...