Selasa, 18 Juni 2019 04:39

Tradisi Puter Kayun Boyolangu Terangkum dalam Costum Kontemporer BEC 2018

Senin, 30 Juli 2018 12:11 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ganda Siswanto
Tradisi Puter Kayun Boyolangu Terangkum dalam Costum Kontemporer BEC 2018
Talent sub tema keris berpose di ribuan penonton di BEC 2018.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - World Class Ethnic Carnival yang tersaji di Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2018 menampilkan beragam budaya adat istiadat lokal Banyuwangi.

Pagelaran BEC 2018 yang digelar Minggu (29/7/2018) kemarin mengangkat tema Promise Fulfillment of Puter Kayun yang menceritakan tradisi adat Kelurahan Boyolangu. Dirangkum dalam sajian kontemporer yang dirancang oleh desainer-desainer lokal maupun nasional yang diperagakan oleh 120 talent lokal Banyuwangi.

Tradisi Puter Kayun Kelurahan Banyolangu diangkat dan disajikan dalam pertunjukan kolosal oleh para pesaji tari dan seni bumi Blambangan di atas catwalk BEC 2018 sepanjang 2 KM. Sajian itu dimulai dari pesta utama taman Blambangan menuju finish di stage 10 sub Segoro di stadion Diponegoro.

Antusias ribuan warga Banyuwangi yang memadati catwalk terbuka menambah semangat para talent untuk beraksi berlenggak lenggok dengan menggunakan busana kontempoler per sub temanya yang diusungnya.

Selain panggung utama yang berada di jalan veteran taman blambangan, juga ada 10 panggung kecil yang diperuntukan untuk para talent untuk menampilkan karyanya di setiap pentas sub temanya.

Sub tema yang di suguhkan seperti ejeg (kusir), dokar (delman), jaran (kuda), gedokan (kandang), buyud jakso (petua sakti bonyolangu), kieris (gaman), oncor oncoran (obor), tapekong (badut), kupat lepet dan segoro (laut).

Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia yang juga menjadi tamu kehormatan pagelaran BEC 2018 dalam sambutannya mengatakan, langkah Banyuwangi dalam mengembangkan pariwisata dinilainya sudah sangat tepat.

Sektor pariwisata saat ini menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar setelah sektor energi dan tak lama lagi diprediksi menjadi sumber penerimaan terbesar negara. “Pariwisata ini efektif menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi,Dan itu terbukti di Banyuwangi,” kata Luhut.

Talent sub tema dokar saat beraksi di catwalk BEC 2018.

Dijelaskan, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah penyangga Pertemuan Tahunan IMF-World Bank yang diikuti 17.000 delegasi seluruh dunia, Oktober mendatang di Pulau Bali.

Sebagian delegasi itu bakal mendarat dan berwisata di Banyuwangi. Pemerintah pusat menggelontorkan dana Rp 50 miliar untuk memperbaiki infrastruktur kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang mempunyai padang rumput eksotis serta Pantai Plengkung dengan ombak terbaik di dunia untuk berselancar.

“Selain itu, ada perbaikan infrastruktur ke kawasan Kawah Ijen yang terkenal dengan fenomena alam api biru (blue flame) yang telah mendunia,” jelas Luhut

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat ke Banyuwangi. Berkat dukungan pemerintah pusat, Provinsi dan kerja kolektif bersama rakyat Banyuwangi terus tumbuh. Sektor pariwisata menjadi salah satu pendorong pertumbuhan tersebut.

Dalam tujuh tahun terakhir, sebut Anas, kemiskinan melorot drastis ke level 8,6 persen dari sebelumnya selalu di atas dua digit. Pendapatan per kapita warga melonjak 120 persen. “Tugas menantang ke depan adalah semakin mendorong pemerataan ekonomi hingga ke desa-desa yang terus kita upayakan antara lain lewat program Smart Kampung,” terang Anas.

Sebanyak 21 wisman dari 19 negara juga ikut berpartisipasi dengan memakai pakaian adat using diiringi musik kuntulan. Selain itu raka dan raki Jatim juga ikut tampil memakai baju kontempoler Ijen. Di akhir acara panitia juga mengumumkan tema BEC 2019: The History of Muncar. (gda/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...