Kamis, 09 Juli 2020 05:58

Parade Kuwung di Harjaba ke-248, Jadikan Banyuwangi Malam Hari bak Pelangi Bertabur Warna

Senin, 09 Desember 2019 06:11 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Ganda Siswanto
Parade Kuwung di Harjaba ke-248, Jadikan Banyuwangi Malam Hari bak Pelangi Bertabur Warna
Kontingen dari Kabupaten Jembrana menyemarakkan Parade Kuwung 2019 dengan menampilkan tari Barong Bali.

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Untuk menyambut peringatan hari jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-248 pada 18 Desember 2019, Kabupaten yang berjuluk The Sunrise of Java ini menggelar parade seni budaya Kuwung dengan tema "Gumelare Bumi Blambangan" Sabtu malam (7/12/2019).

Festival Kuwung merupakan wujud dari keragaman Banyuwangi yang ditampilkan dalam sebuah parade untuk panggung eksistensi seni dan budaya asli Banyuwangi.

Selain itu, dalam pagelaran ini segala potensi keragaman seni dan budaya Banyuwangi ditampilkan dalam bentuk tari dan fragmen rakyat bumi Blambangan yang dirangkum dalam drama kolosal.

Acara festival dibuka dengan cerita kolosal yang mengakat legenda Gontang Gelitang yang berasal dari Desa Gintangan.

Kisah ini menceritakan kelompok masyarakat dalam membuka lahan hutan untuk dijadikan pemukiman. Dalam perjalanan membuka lahan, timbul perselisihan antara manusia dan mahluk halus penunggu hutan.

Dalam konflik tersebut diakhiri dengan sebuah persetujuan bahwa mahluk halus itu mau pergi asalkan manusia harus mengganti pohon yang ditebang dengan menanam pohon gontang di tepi-tepi sungai. Maka dari itu, wilayah hutan yang dijadikan pemukiman dinamakan Desa Gintangan.

Dalam sambutannya Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, Festival Kuwung adalah salah satu even tertua yang ada di Kabupaten Banyuwangi.

Kenapa parade digelar malam hari? Karena kuwung dalam arti bahasa Using adalah pelangi. Sebagaimana pelangi yang banyak warna, maka makna dari parade ini ingin menjadikan suasana malam Banyuwangi bertabur warna.

Kostum, alat musik tradisional hingga lampu hias yang dipakai bertabur warna warni yang menambah semarak parade tersebut. "Di samping itu, juga sebagai bentuk etalase untuk mempromosikan kebudayaan dan seni Banyuwangi di khalayak luas," kata Anas di hadapan tamu undangan dan masyarakat Banyuwangi yang menyaksikan parade ini.

Dalam parade kuwung malam ini, Kabupaten Banyuwangi sendiri menampilkan 3 kelompok parade seperti kelompok pertama yang membawakan cerita kolosal asal usul Desa Gintangan Kecamatan Rogojampi, Kelompok kedua menapilkan kolosal sejarah berengos perada bara di wilayah Rajegwesi Kecamatan Bangorejo.

Kelompok ketiga menampilkan tradisi mongso ketigo dan tutur Ki Wongsokaryo.D i kontingen akhir Banyuwangi juga menampilkan pertunjukan argowisata semriwing kembang kopi yang mengkisahkan tentang melimpahnya kekayaan kopi Banyuwangi. Selain itu festival kuwung 2019, juga diikutsertakan keberagam kesenian dan budaya kabupaten sahabat seperti Kabupaten Jembrana, Kota Probolinggo dan Provinsi Kalimatan Timur yang ikut menyemarakkan parade Harjaba ke 248.

Kontingen parade Kuwung menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan dengan start dari kantor Bupati Banyuwangi atau taman Sayu Wiwit melewati jalan Ahmad Yani menuju di jalan Sudirman hingga mencapai finish di jalan Susuit Tubun Taman Blambangan Banyuwangi. (gda/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...