PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Untuk mendukung peningkatakan produksi pertanian di wilayah Pasuruan, Pemkab setempat pada tahun 2018 kembali menggulirkan program rehab jaringan irigasi. Anggaran yang sudah disiapkan lumayan besar, yakni Rp 13 miliar rupiah
Data yang dimiliki Bangsaonline.com dari Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang, ada sekitar 42 jaringan irigasi yang akan dibenahi. Saat ini sebagian kecil sudah mulai dibangun oleh pihak rekanan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Hal tersebut diakui oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Dinas PU Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Djujuk Setijowibowo yang ditemui Bangsaonline.com. Ia membenarkan jika program pembenahan jaringan irigasi saat ini mulai digulirkan. Pelaksanaan kegiatan sendiri dimulai pasca lebaran beberapa waktu lalu.
Untuk persentasi capaian, hingga saat ini masih belum banyak karena berjalan beberapa hari saja . “Masih baru proses pengerjaan fisik. Sekarang baru 12 persen yang terselesaikan,” kata Djujuk.
Pembenahan jaringan irigasi itu ditargetkan rampung antara tiga bulan hingga empat bulan ke depan. Sehingga, paling tidak Oktober ataupun November seluruh pekerjaan bisa diselesaikan. Rehab jaringan irigasi tahun ini menyentuh 42 titik. Dana tak kurang dari Rp 13 miliar disiapkan. Bukan hanya dari APBD 2018, tetapi juga dari DAK.
Rehab dan peningkatan jaringan irigasi tersebut, tersebar di hampir seluruh kecamatan. Seperti di wilayah Prigen, Gempol, Pandaan, Beji. Harapannya, perbaikan dan peningkatan jaringan itu memaksimalkan fungsi sarana irigasi yang ada. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






