Selasa, 18 September 2018 23:23

Phacoemulsifikasi, Operasi Katarak Tanpa Jahitan Diperkenalkan di Surabaya

Sabtu, 30 Juni 2018 21:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Phacoemulsifikasi, Operasi Katarak Tanpa Jahitan Diperkenalkan di Surabaya
77 Dokter mata mengikuti workshop tentang Phacoemulsifikasi di hotel Shangrilla, Surabaya. foto: DIDI R/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Phacoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak yang canggih. Yakni operasi katarak tanpa jahitan, tidak terasa sakit, dan hanya butuh waktu 10 menit. Teknik operasi itu mulai diperkenalkan di Surabaya lewat sebuah workshop yang digelar Sabtu-Minggu (30 Juni-1 Juli).

Peserta workshop kali ini dibagi dalam dua level, kelas basic dan kelas intermediate. Tak kurang 77 dokter mata yang antusias menjadi peserta, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Klinik Mata Utama, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jatim, dan Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (Inascrs).

Para peserta lebih banyak belajar praktik langsung menggunakan peralatan baru dan canggih. Media belajarnya menggunakan Kitaro, semacam mata palsu.

Menurut Direktur KMU dr. Uyik Unari SpM, latar belakang pelaksanaan workshop ini adalah karena masih banyaknya kasus katarak di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak dokter mata yang melakukan operasi dengan teknik lama yang juga butuh waktu lebih lama. Mereka belum menguasai teknik phacoemulsifikasi.

Sehingga, tak sebanding antara kebutuhan operasi dengan kecepatan layanan dan keahlian. Risikonya, banyak kasus katarak yang terlambat ditangani. Padahal, katarak yang telat ditangani bisa berisiko pada kebutaan.

"Selama ini tak sedikit sejawat dokter yang belajarnya harus ke luar negeri. Karenanya dengan menggelar di sini, makin banyak dokter mata yang bisa belajar," katanya, Sabtu (30/6).

Teknik phacoemulsifikasi sendiri sampai sekarang belum diajarkan di kampus-kampus kedokteran di Indonesia. Sehingga workshop ini merupakan terobosan peningkatan kualifikasi dokter mata yang sangat diminati.

"Bagi KMU, ini merupakan pelaksanaan dari visi edukasi. Bahwa KMU terus turut mendorong para dokter mata tak henti belajar dan siap pula mengaajri kolega lainnya. Ilmunya harus dibagi. Sehingga makin banyak dokter yang lebih ahli. Makin banyak juga masyarakat yang bisa dilayani," kata dokter Uyik yang alumni FK Unair ini. (mdr/rev)

Suparto Wijoyo
Senin, 17 September 2018 22:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DEMOKRASI sejak mulanya adalah kerumunan yang meneguhkan kekuatan tanda kuasa sedang digumpalkan. Rakyat terlibat langsung untuk mengatur penyelenggaraan negara kota (polis) yang skala kepentingan maupun wilayahnya tidak seleba...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 18 Agustus 2018 10:03 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Minggu, 16 September 2018 18:57 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Wisata susur sungai sekarang sudah ada di Kabupaten Tuban, tepatnya di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding. Destinasi wisata susur sungai bernama Wisata Tubing ini resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebuda...