Minggu, 23 Februari 2020 08:01

Tanya-Jawab Islam: Pisah Ranjang Lebih dari Tiga Hari

Sabtu, 30 Juni 2018 09:19 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Tanya-Jawab Islam: Pisah Ranjang Lebih dari Tiga Hari
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb kiai. Saya mau menanyakan hukum suami tidur pisah ranjang dengan istri lebih dari 3 malam, karena adanya konflik rumah tangga. Bagaimana kondisi ini menurut syariat Islam, mohon pencerahannya. (Ana, Trasak Pamekasan Madura)

Jawaban:

Menjalani bahtera rumah tangga tentunya ada beberapa konflik yang terjadi, baik itu kecil maupun yang besar. Konflik dalam keluarga ini ibarat masa perkenalan untuk saling mencocokkan, sebab asalnya dua individu yang berbeda berkumpul dalam satu atap. Sifat dan perangainya berbeda harus hidup dalam satu rumah. Maka, pertama yang harus diyakini bahwa konflik terjadi karena ada sebuah proses saling mengenal. Perkenalan ini tidak hanya pada saat pengantin baru, tapi akan terjadi sepanjang masa dalam kehidupan berumah tangga.

Kedua, jika terjadi konflik sampai tidak tidur dalam satu ranjang ini sering terjadi, bisa jadi saat inilah untuk merenung solusi apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga. Selama tidak ada kata “talak” atau “cerai” maka tidak akan terjadi perceraian. Maka sikap atau perbuatan pisah ranjang tidak terkena hukum di dalam syariat Islam, yang terkena hukum adalah ucapan-ucapannya.

Dalam Islam pisah ranjang boleh, tapi kalau terjadi terlalu lama menjadi tidak baik. Hal ini berakibat suami istri itu tidak dapat memenuhi kewajiban dan mendapatkan haknya. Maka, jika ini yang terjadi (tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami atau sebagai seorang istri), haram hukumnya pisah ranjang.

Maka, saran saya segera diselesaikan masalah keluarga Saudari dengan cara komunikasi yang baik sehingga tidak pisah ranjang kembali. Sebisa mungkin tidak menggunakan orang ketiga dalam menyelesaikan masalah.

Jika masih belum bisa, Saudari dapat minta bantuan kepada pihak ketiga sebagai penengah, tapi bukan sebagai pendukung saudari atau suami. Jangan mencari dukungan dengan pihak ketiga, tapi carilah solusi dengan menjadikan dia penengah saja. Pihak ketiga itu bisa jadi ustadz, kiai, atau tokoh yang saudari dan suami hormati sehingga mampu membantu memberikan jalan keluar. Wallahu A’lam.

Sumber: Dr. KH. Imam Ghazali Said
Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...