Jumat, 20 Juli 2018 21:46

Tanya-Jawab Islam: Pisah Ranjang Lebih dari Tiga Hari

Sabtu, 30 Juni 2018 09:19 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: -
Tanya-Jawab Islam: Pisah Ranjang Lebih dari Tiga Hari
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr wb kiai. Saya mau menanyakan hukum suami tidur pisah ranjang dengan istri lebih dari 3 malam, karena adanya konflik rumah tangga. Bagaimana kondisi ini menurut syariat Islam, mohon pencerahannya. (Ana, Trasak Pamekasan Madura)

Jawaban:

Menjalani bahtera rumah tangga tentunya ada beberapa konflik yang terjadi, baik itu kecil maupun yang besar. Konflik dalam keluarga ini ibarat masa perkenalan untuk saling mencocokkan, sebab asalnya dua individu yang berbeda berkumpul dalam satu atap. Sifat dan perangainya berbeda harus hidup dalam satu rumah. Maka, pertama yang harus diyakini bahwa konflik terjadi karena ada sebuah proses saling mengenal. Perkenalan ini tidak hanya pada saat pengantin baru, tapi akan terjadi sepanjang masa dalam kehidupan berumah tangga.

Kedua, jika terjadi konflik sampai tidak tidur dalam satu ranjang ini sering terjadi, bisa jadi saat inilah untuk merenung solusi apa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga. Selama tidak ada kata “talak” atau “cerai” maka tidak akan terjadi perceraian. Maka sikap atau perbuatan pisah ranjang tidak terkena hukum di dalam syariat Islam, yang terkena hukum adalah ucapan-ucapannya.

Dalam Islam pisah ranjang boleh, tapi kalau terjadi terlalu lama menjadi tidak baik. Hal ini berakibat suami istri itu tidak dapat memenuhi kewajiban dan mendapatkan haknya. Maka, jika ini yang terjadi (tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang suami atau sebagai seorang istri), haram hukumnya pisah ranjang.

Maka, saran saya segera diselesaikan masalah keluarga Saudari dengan cara komunikasi yang baik sehingga tidak pisah ranjang kembali. Sebisa mungkin tidak menggunakan orang ketiga dalam menyelesaikan masalah.

Jika masih belum bisa, Saudari dapat minta bantuan kepada pihak ketiga sebagai penengah, tapi bukan sebagai pendukung saudari atau suami. Jangan mencari dukungan dengan pihak ketiga, tapi carilah solusi dengan menjadikan dia penengah saja. Pihak ketiga itu bisa jadi ustadz, kiai, atau tokoh yang saudari dan suami hormati sehingga mampu membantu memberikan jalan keluar. Wallahu A’lam.

Sumber: Dr. KH. Imam Ghazali Said
Oleh: Suparto Wijoyo*
Rabu, 18 Juli 2018 16:49 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo* KABAR pating semliwer memenuhi angkasa dan terhelat dalam belantara bumi nusantara. Para petinggi dan penglamun kekuasaan sedang merancang skenario untuk dapat bertahan, tidak hendak beringsut, tak rela bergeser, apalagi l...
Selasa, 03 Juli 2018 04:36 WIB
Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Fa-idzaa jaa-a wa’du uulaahumaa ba’atsnaa ‘alaykum ‘ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin fajaasuu khilaala alddiyaari wakaana wa’dan maf’uulaan (5).Teks ayat kaji ini jelas sekali, beta...
Jumat, 20 Juli 2018 09:30 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 16 Juli 2018 20:00 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Obyek wisata Pantai Kelapa yang berada di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban terus berbenah. Beberapa fasilitas penunjang di kawasan obyek wisata pantai tersebut dirombak dan ditambah guna meningkatkan day...