Bupati Blitar bersama Forpimda, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan tim Satgas Pangan melakukan sidak ke pasar tradisional. foto: AKINA/ BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Blitar mulai ditinggalkan pembelinya. Fakta ini terungkap saat Bupati Blitar bersama Forpimda, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan tim Satgas Pangan, melakukan sidak ke pasar tradisional.
Dalam sidak yang dipimpin langsung Bupati Blitar Rijanto itu, petugas menyisir sejumlah pasar tradisional. Salah satunya adalah pasar Srengat, Kabupaten Blitar. Di pasar Srengat harga kebutuhan pokok masih cukup stabil. Namun kondisi pasar nampak sepi pembeli meski masih pagi.
BACA JUGA:
- PAD Kabupaten Blitar 2025 Hampir Capai Target, Dewan Soroti Retribusi
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Bupati Rijanto Apresiasi DPRD atas Pengesahan Enam Perda Strategis untuk Kemajuan Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Revitalisasi Lahan Eks Pasar Kanigoro Jadi Ruang Publik
Melihat kondisi ini, usai melakukan sidak Bupati Blitar Rijanto mengakui di beberapa titik pasar yang ada di Kabupaten Blitar memang permasalahan yang dialami hampir sama. Yaitu sepinya pembeli yang sering dikeluhkan para pedagang.
"Masalahnya banyak pedagang jualan di luar pasar, sehingga membuat yang di dalam sepi. Untuk itu kami memastikan terus melakukan penertiban, bersama dengan Kapolsek, Camat, dan Kepala Pasar. Namun memang seperti kita tahu kadang ada saja yang masih membandel," tutur Rijanto, Rabu (30/5/2018).
Salah satu pedagang yang menyampaikan keluhannya kepada Bupati Blitar pagi itu adalah Muaimah. Pedagang daging ayam potong ini mengaku tidak ada peningkatan permintaan daging ayam selama bulan Ramadan karena kondisi pasar yang sepi tak jauh berbeda dengan hari biasa.
"Dalam sehari saya hanya mampu menjual kurang lebih 15 kilogram daging ayam. Itupun kadang juga gak habis, meski saya buka mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore," keluh Muaimah.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




