Selasa, 16 Oktober 2018 22:24

Sentono Gentong Diduga Sebagai Lokasi Penancapan Paku Pulau Jawa

Kamis, 03 Mei 2018 13:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Sentono Gentong Diduga Sebagai Lokasi Penancapan Paku Pulau Jawa
Bupati Indartato saat berkunjung ke objek wisata Sentono Gentong. foto: ist

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Mengenal wisata religi mungkin sebuah fenomena baru bagi masyarakat Pacitan. Namun begitulah realita yang saat ini tengah digarap Pemerintah Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku dalam mengembangkan destinasi wisata bersejarah bernama Sentono Gentong.

Menurut Ki Ageng (KA) Jolo Tundo, salah seorang pelaku sejarah di Pacitan, obyek wisata Sentono Gentong bukan sekadar wisata konvensional. Namun di titik lokasi tersebut pada era 1.500 silam pernah terjadi sebuah prosesi sakral yang dilakukan Syeh Subakir, seorang ulama besar dari Persia. Kedatangan ulama tersebut atas unjuk dari Raden Patah.

"Sentono artinya abdi kerjaan, dan Gentong merupakan tempat menampung air. Pada zaman dahulu kala, air di dalam gentong itu tak pernah habis meskipun tiap hari digunakan untuk mandi dan berwudlu," terangnya, Kamis (3/5).

Sebagaimana fakta sejarah yang dituturkan sejumlah ulama besar, bahwa di obyek wisata yang berjarak sekitar 10 Km dari pusat kota itu konon merupakan tonggak sejarah berdirinya Pulau Jawa. Sebab kala itu, Syeh Subakir pernah menancapkan satu paku gaib persis di tanah perbukitan nan tandus tersebut.

"Dua paku lainnya berada di Gunung Tidar dan Tasikmalaya. Paku yang di jompa-jampi doa itu konon berusia 600 tahun lebih. Sehingga di era sekarang ini sudah waktunya untuk dilakukan perpanjangan ritual agar Pula Jawa tetap utuh tidak tercerai-berai," ceritanya.

(Ki Ageng Jolo Tundo)

Selain cerita Syeh Subakir dan Raden Patah, sambung Jolo Tundo, Raden Mas (RM) Mudzakir yang tak lain masih keturunan ke IX dari Hamengkubuwono ke VII juga pernah meramalkan adanya patahan lempeng bumi yang melintas di kawasan tersebut.

"Di era digital ini, ramalan itu memang benar adanya. Hal itu didasarkan hasil penelitian para ahli geologi dari BMKG. Memang di lokasi tersebut ada sesar atau lempeng bumi yang merupakan patahan Pulau Jawa," jelasnya.

Sementara guna pengembangan obyek wisata religi itu, Bupati Pacitan Indartato berupaya memberikan suntikan dana APBD ke Pemdes Dadapan. Meski saat ini sudah dibangun sejumlah sarana prasarana dasar untuk memudahkan wisatawan berkunjung. Termasuk fasilitas paralayang juga bisa didapatkan di wisata Sentono Gentong.

“Pemerintah daerah akan membantu agar terus berkembang,” kata Indartato.

"Saat ini obyek wisata alam tersebut masih dikelola oleh pihak desa. Meski demikian, jika pemerintah daerah dibutuhkan akan turun tangan. Misalnya dalam penyediaan akses jalan yang lebih representatif maupun sarana pendukung lainnya. Ekonomi masyarakat sekitar akan ikut bergerak dengan semakin ramainya obyek wisata. Harapannya tentu kehidupan masyarakat akan sejahtera,” tuturnya. (yun/rev)

Suparto Wijoyo
Kamis, 11 Oktober 2018 13:39 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*DUKA menggumpalkan kisah sekaligus narasi cerita yang bersambung membalutkan tragedi lingkungan dan kemanusiaan yang tiada terperikan. Beribu-ribu orang yang menjadi korban gempa di Palu maupun Donggala menyayatkan perihnya l...
Selasa, 11 September 2018 13:55 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   ‘Asaa rabbukum an yarhamakum wa-in ‘udtum ‘udnaa waja’alnaa jahannama lilkaafiriina hashiiraan (8).Cukup jelas pesan ayat studi ini, bahwa Allah SWT pasti menyayangi hamba-Nya yang mau be...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Sabtu, 29 September 2018 09:57 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Kamis, 04 Oktober 2018 13:39 WIB
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Gua Jenggung, begitulah nama yang diberikan kepada gua yang baru ditemukan di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.Saat melihat keindahan stalaktit maupun stalagmit di dalam Gua Jenggung, laksana berlibur ke T...