Kamis, 24 Januari 2019 08:20

Sentono Gentong Diduga Sebagai Lokasi Penancapan Paku Pulau Jawa

Kamis, 03 Mei 2018 13:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Sentono Gentong Diduga Sebagai Lokasi Penancapan Paku Pulau Jawa
Bupati Indartato saat berkunjung ke objek wisata Sentono Gentong. foto: ist

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Mengenal wisata religi mungkin sebuah fenomena baru bagi masyarakat Pacitan. Namun begitulah realita yang saat ini tengah digarap Pemerintah Desa Dadapan, Kecamatan Pringkuku dalam mengembangkan destinasi wisata bersejarah bernama Sentono Gentong.

Menurut Ki Ageng (KA) Jolo Tundo, salah seorang pelaku sejarah di Pacitan, obyek wisata Sentono Gentong bukan sekadar wisata konvensional. Namun di titik lokasi tersebut pada era 1.500 silam pernah terjadi sebuah prosesi sakral yang dilakukan Syeh Subakir, seorang ulama besar dari Persia. Kedatangan ulama tersebut atas unjuk dari Raden Patah.

"Sentono artinya abdi kerjaan, dan Gentong merupakan tempat menampung air. Pada zaman dahulu kala, air di dalam gentong itu tak pernah habis meskipun tiap hari digunakan untuk mandi dan berwudlu," terangnya, Kamis (3/5).

Sebagaimana fakta sejarah yang dituturkan sejumlah ulama besar, bahwa di obyek wisata yang berjarak sekitar 10 Km dari pusat kota itu konon merupakan tonggak sejarah berdirinya Pulau Jawa. Sebab kala itu, Syeh Subakir pernah menancapkan satu paku gaib persis di tanah perbukitan nan tandus tersebut.

"Dua paku lainnya berada di Gunung Tidar dan Tasikmalaya. Paku yang di jompa-jampi doa itu konon berusia 600 tahun lebih. Sehingga di era sekarang ini sudah waktunya untuk dilakukan perpanjangan ritual agar Pula Jawa tetap utuh tidak tercerai-berai," ceritanya.

(Ki Ageng Jolo Tundo)

Selain cerita Syeh Subakir dan Raden Patah, sambung Jolo Tundo, Raden Mas (RM) Mudzakir yang tak lain masih keturunan ke IX dari Hamengkubuwono ke VII juga pernah meramalkan adanya patahan lempeng bumi yang melintas di kawasan tersebut.

"Di era digital ini, ramalan itu memang benar adanya. Hal itu didasarkan hasil penelitian para ahli geologi dari BMKG. Memang di lokasi tersebut ada sesar atau lempeng bumi yang merupakan patahan Pulau Jawa," jelasnya.

Sementara guna pengembangan obyek wisata religi itu, Bupati Pacitan Indartato berupaya memberikan suntikan dana APBD ke Pemdes Dadapan. Meski saat ini sudah dibangun sejumlah sarana prasarana dasar untuk memudahkan wisatawan berkunjung. Termasuk fasilitas paralayang juga bisa didapatkan di wisata Sentono Gentong.

“Pemerintah daerah akan membantu agar terus berkembang,” kata Indartato.

"Saat ini obyek wisata alam tersebut masih dikelola oleh pihak desa. Meski demikian, jika pemerintah daerah dibutuhkan akan turun tangan. Misalnya dalam penyediaan akses jalan yang lebih representatif maupun sarana pendukung lainnya. Ekonomi masyarakat sekitar akan ikut bergerak dengan semakin ramainya obyek wisata. Harapannya tentu kehidupan masyarakat akan sejahtera,” tuturnya. (yun/rev)

BERITA VIDEO: Tuntut Pilpres 2019 Ada Calon Independen, Inilah Sosok yang Diusung "Tikus Pithi"
Kamis, 03 Januari 2019 13:53 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Tikus Pithi, kelompok massa yang menggelar demo di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi, Kamis (3/1) menuntut agar di Pilpres 2019 kali ini ada calon independen, alias nonparpol.Saifuddin, Korlap Tikus Pithi Ka...
Jumat, 28 Desember 2018 23:10 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Kampung Toronan Semalam yang berada di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura memiliki keindahan tersendiri yang bisa dinikmati para wisatawan. Kampung ini cukup unik lantaran bunga Sakura yang kerap...
Suparto Wijoyo
Rabu, 23 Januari 2019 10:48 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAMPAI saat ini masih banyak pihak yang meramaikan debat capres-cawapres 17 Januari 2019 sambil menanti hadirnya agenda serupa 17 Februari 2019. Debat itu seolah tidak lapuk oleh hujan nan tiada kering oleh panas, seterik ap...
Sabtu, 19 Januari 2019 12:37 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.AgAl-Isra': 20-22 20. kullan numiddu haaulaa-i wahaaulaa-i min ‘athaa-i rabbika wamaa kaana ‘athaau rabbika mahtsuuraanKepada masing-masing (golongan), baik (golongan) ini (yang menginginkan dunia) maupun (gol...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...