Lanjut Amran, semingguan lagi seluruh Indonesia akan panen padi sekitar dua juta hektar, dengan produksi beras sekitar 5-6 juta ton, dan 2.5 juta per bulan dikonsumsi oleh masyarakat.
"Artinya masih surplus banyak yang bisa diserap pihak Bulog. Jangan terjadi seperti tahun sebelumnya penyerapan hanya separuh. Kerjakan yang serius," tandasnya.
Bupati Bojonegoro Suyoto di sela mendampingi kunjungan Mentan juga menolak impor beras yang dilakukan pemerintah. Menurut Kang Yoto, panen di wilayah Bojonegoro selalu melimpah dan kualitasnya bagus. Sehingga jika impor jadi dilakukan maka petani akan merugi.
"Orang Kanor berterimakasih sekali kepada Pak Amran yang rajin memantau dan memperhatikan para petani di Bojonegoro. Karena beliau tahu padi orang Kanor dinikmati oleh warga Indonesia," tandasnya.
Kunjungan Mentan itu sempat disambut oleh sejumlah petani yang menolak adanya impor beras oleh pemerintah. Sayangnya sebelum Mentan datang para pendemo itu diamankan oleh aparat kepolisian yang menjaga di lokasi kunjungan Mentan. Meski begitu, kunjungan tersebut berjalan kondusif dan lancar hingga usai. (nur/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




