Senin, 19 Agustus 2019 18:02

Antara Dakwah dan Harokah Islamiyah

Minggu, 05 November 2017 13:19 WIB
Wartawan: -
Antara Dakwah dan Harokah Islamiyah
Hariri Makmun

Oleh: Hariri Makmun (Peneliti Institut Hasyim Muzadi (IHM) Depok Jawa Barat)

BANGSAONLINE.com - Kalangan awam di Indonesia dibingungkan dengan perkembangan situasi dakwah islam di Indonesia. Semenjak reformasi, berbagai macam paham dan aliran masuk dengan bebas tanpa saringan.

Paham-paham ini menawarkan berbagai macam produk unggulan masing-masing. ada yang menawarkan produk puritan "kembali quran dan sunnah" ingin mengembalikan islam seperti zaman nabi, tetapi ujungnya adalah menikam umat dengan kata-kata "bid'ah" dan mengakibatkan umat islam menghabiskan energi untuk sesuatu yang tidak berguna.

Ada paham yang menawarkan produk unggulanya berupa ideologi khilafah. Ketika kelompok ini menguat dan menjadi mayoritas, maka proyek selanjutnya adalah menguasai negara, mengganti ideologi, sistem serta membubarkan negara. Agenda ini bisa memicu konflik horisontal, menyulut perang saudara dan menyebabkan krisis politik, ekonomi, sosial dan kemanusiaan. Indonesia akan hancur dan menjadi santapan bagi kekuatan asing. Proyek ini telah sukses dijalankan di Libia, Irak, Mesir, Tunisia, Yaman dan Syria.

Selain itu masih banyak lagi kelompok islam yang bermain dalam akrobat politik dengan menampilkan manuver yang berbahaya bagi keutuhan umat Islam, negara dan bangsa.

Realitas inilah yang kita hadapi hari ini.

Masyarakat awam hanya kaget dan sesekali terpesona dengan penampilan luar kelompok gerakan islam transnasional yang berhasil mengemas dakwah politiknya dengan kemasan yang menarik dan aktual.

Ibarat memilih makanan, masyarakat awam tidak bisa membedakan antara makanan pedas yang bisa membuat perut mulas, atau makan berkolesterol tinggi yang bisa memicu stroke, atau makanan yang terpapar bahan kimia sehingga bisa mematikan.

Sudah saatnya kita mengkritisi agenda setiap aliran transnasional di Indonesia. Sehingga masyarakat tidak mudah tertipu dan membedakan antara aktivitas dakwah dengan aktivitas politik.

Dalam bukunya Aljihad Fil Islam, Syeikh Romadhan Al Buthi secara tegas membuat garis demarkasi dan membedakan antara aktivitas dakwah dengan harokah islamiyah.

Dakwah itu mengajak, menyeru, dan menuntun pada kebaikan dan kebenaran. Karena itu dalam dakwah harus ada Dai sebagai pelaku dakwah dan almud'u sebagai sasaran dakwah. Objek dakwah itu sangat luas bahkan meliputi segala aspek yang terkait dengan agama dan kehidupan, bukan hanya dibatasi atau diprioritaskan untuk pembahasan politik.

Sedangkan harokah islamiyah (gerakan islam) adalah agenda kegiatan politik kelompok islam yang dikemas dalam format dakwah, akan tetapi semua aktivitasnya diproyeksikan untuk merebut kekuasaan.

Pengertian dakwah sebagaimana yang dipahami oleh harokah islamiyah cakupanya menjadi terbatas untuk kalangan tertentu yang telah masuk sebagai anggota harokah. Dan tema-tema dakwah lebih diprioritaskan pada pembahasan tentang kondisi sosial politik, kritik keras terhadap pemerintah dan menyusun strategi untuk mencapai dan mengusai negara.

Penggunaan kata dakwah yang digeser untuk tujuan politik demi memuluskan agenda dan proyek politik kelompok tertentu menyebabkan masyarakat awam kebingungan dan tidak bisa membedakan dakwah murni yang bertujuan untuk membimbing dan mengajak umat kepada kebenaran (alhaq), dengan dakwah politik yang diproyeksikan untuk kepentingan aliran, paham dan politik kekuasaan.

Masyarakat harus kita cerdaskan dengan retorika dan narasi dakwah yang santun, menciptakan stabilitas nasional serta menebarkan kedamaian dan ketenangan di tengah-tengah masyarakat.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 09 Agustus 2019 19:52 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Kediri memiliki destinasi wisata baru bernama Dewi Cemara. Obyek wisata berbasis pertanian dan peternakan di Desa Kedung Malang, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...