BANGSAONLINE.com - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menginstruksikan agar infak Jumat di seluruh masjid Persyarikatan Muhammadiyah dialihkan untuk membantu korban bencana alam.
Haedar menyampaikan bahwa bantuan itu utamanya diperuntukkan bagi korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, serta daerah lain yang terdampak.
BACA JUGA:
- Kiai Asep: Muhammadiyah juga Aswaja, Mereka Pilih PAN, yang Pro Khilafah Pilih PKS
- NU Awali Puasa Ramadan Kamis 19 Februari, Muhammadiyah Rabu 18 Februari 2026, Apa Dasarnya
- Wakil Bupati Gresik Resmikan Pompa Air Tenaga Surya di Bawean
- BPS Temukan Data Ganda Korban Bencana Sumatra, 103 Ribu Usulan Diverifikasi
Instruksi ini sesuai dengan Surat Keputusan Muhammadiyah tentang penghimpunan dana infak Shalat Jumat sebagai respons atas bencana yang melanda Indonesia.
Selain masjid, instruksi juga berlaku bagi seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan takmir masjid di lingkungan persyarikatan.
Dana infak yang dimaksud dikumpulkan pada Jumat, 12, 19, dan 26 Desember 2025, dengan pelaksanaan terkoordinasi melalui LazisMu dan Lembaga Resiliensi Bencana Muhammadiyah (MDMC) di semua tingkatan.
“Dan bersamaan dan setelah itu dilakukan pelaporan penghimpunan dan penyaluran dana tersebut dengan sebaik-baiknya kepada pimpinan Persyarikatan di atasnya,” kata Haedar Nashir, Selasa (9/12/2025), .
Ia juga mengajak warga Muhammadiyah untuk berlomba-lomba dalam kebaikan sebagai wujud persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kepada seluruh anggota Persyarikatan Muhammadiyah mari kita fastabiqul khairat mengeluarkan dana infak tersebut seoptimal mungkin. Karena itulah yang dapat kita lakukan sebagai bagian dari dan wujud persaudaraan kita terhadap saudara-saudara yang tertimpa dan terdampak musibah banjir, tanah longsor, dan lain-lain di berbagai daerah. Khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tersebut,” paparnya. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






