Pemerintah Percepat Pembangunan 618 Huntara untuk Korban Bencana Sumatra Barat

Pemerintah Percepat Pembangunan 618 Huntara untuk Korban Bencana Sumatra Barat Pembangunan Huntara atau hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Sumatra. Foto: Dokumentasi/Bidang Komunikasi Kebencanaan

BANGSAONLINE.com - Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Sumatra Barat. Huntara disiapkan agar masyarakat segera keluar dari pengungsian dan kembali beraktivitas normal.

Hingga Kamis (29/1/2026), terdapat 4 titik lokasi yang menjadi fokus pembangunan dengan tingkat kerusakan berbeda. Berdasarkan laporan Tim Media Presiden yang diterima hari ini, Jumat (30/1/2026), progres pembangunan berjalan sesuai tahapan di lapangan.

Di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, pekerja tengah memasang rangka dan struktur tambahan huntara. Penyesuaian rangka pada area depan bangunan juga dilakukan untuk memastikan kekuatan konstruksi.

Sementara itu, pembangunan huntara di Kapalo Koto, Pauh, Kota Padang, difokuskan pada pengecoran dan penataan area kerja. Di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, progres pembangunan sudah memasuki tahap pemasangan panel dinding serta penyempurnaan pintu dan jendela.

Adapun di Nagari Puluik-Puluik, IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan masih pada tahap awal dengan rangka utama mulai didirikan di atas lantai dasar. Proses perakitan rangka terus berlangsung di lokasi tersebut.

Sebelumnya, pada Minggu (25/1/2026), pemerintah telah meresmikan 117 unit huntara di Kabupaten Agam sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana. Secara keseluruhan, sebanyak 618 unit huntara akan dibangun di Sumatra Barat.

Huntara diperuntukkan bagi warga yang rumahnya rusak akibat bencana. Pemerintah berharap masyarakat segera meninggalkan pengungsian sehingga aktivitas sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan normal. (rom)