Bencana Sumatra. Foto: Ist
BANGSAONLINE.com - BPS mengungkap masih banyak data ganda dalam pendataan korban bencana di wilayah Sumatra. Data tersebut dikirimkan oleh pemerintah daerah (pemda) dan tengah diverifikasi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut sejumlah identitas tercatat berulang kali dalam usulan yang dikumpulkan pemerintah kabupaten dan kota.
“Dari usulan-usulan yang disampaikan oleh pemda melalui surat keputusan (SK), masih terdapat Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ganda. Lalu kemudian ada beberapa yang diduplikasi,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Hasil verifikasi terakhir menunjukkan 46 kabupaten/kota mengusulkan daftar penerima bantuan stimulan hunian, dari total 52 daerah terdampak bencana di 3 provinsi Sumatra. Enam kabupaten/kota tidak mengajukan usulan karena dampak bencana dinilai minimal.
Kepala Satgas Penanganan Bencana mengapresiasi keputusan enam daerah tersebut.
“Sisanya 46 kabupaten kota mengusulkan daftar orang-orang yang perlu mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Dari 46 daerah, tercatat 103.824 usulan penerima bantuan. BPS melakukan verifikasi lanjutan untuk memastikan data valid dan mencegah tumpang tindih.
“Kami harus memastikan bahwa yang terdaftar adalah individu dan keluarga yang unik. Dalam satu keluarga tidak boleh terdaftar lebih dari satu anggota, artinya, satu keluarga hanya bisa didaftarkan satu NIK,” kata Amalia.
Ia menegaskan bantuan stimulan hunian diberikan berbasis keluarga, bukan per individu, sehingga akurasi data menjadi krusial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Eri Sendjaya, juga menyoroti adanya data ganda. Menurutnya, hal itu terjadi karena dokumen kependudukan terbawa arus banjir.
“Jika ada satu daerah yang identitasnya ganda itu menurut pihak kami bukan sebuah kesengajaan. Tapi lebih karena saat validasi dan verbal itu membutuhkan tim yang lebih banyak akan terlibat,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa kasus serupa ditemukan di Padang akibat dokumen kependudukan korban hilang, sehingga proses penelusuran membutuhkan waktu lebih lama. (rom)






