Kamis, 19 Oktober 2017 06:44

Tuntut Transparansi Penggunaan BOP, Diknas Kabupaten Blitar Didemo Ratusan Massa

Jumat, 11 Agustus 2017 18:10 WIB
Wartawan: Akina Nur Al Ana
Tuntut Transparansi Penggunaan BOP, Diknas Kabupaten Blitar Didemo Ratusan Massa
Ratusan masa saat aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ratusan masa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menggelar aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar di Jl Raya Garum, Jumat (11/8). Mereka berunjuk rasa terkait adanya indikasi korupsi dana Bantuan Operasional atau BOP Pendidikan tahun 2017 di Kabupaten Blitar senilai Rp 23,8 miliar. Massa yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya itu mengindikasikan adanya penyelewengan dalam penggunaan dana itu.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, Jontor Siswanto mengatakan, penggunaan dana bagi 1078 TK dan PAUD itu telah dikondisikan oleh rekanan orang dalam dari stakeholder dinas pendidikan. Pengondisikan itu dilakukan melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau KKTK dengan memilih pihak rekanan pemenang tender secara tidak transparan.

Selain itu, massa juga menuntut agar menghentikan semua proses yang berkaitan dengan BOP tahun anggaran 2017, sampai Dinas Pendidikan memberikan kepastian tidak ada penyelewengan penggunaan BOP.

"Kami meminta dinas pendidikan untuk mengawasi secara maksimal agar tidak terjadi penyelewengan. Kalau pun hal itu terjadi, harus segera diproses ke ranah hukum," papar Jontot Siswanto.

Menanggapi tuntutan massa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka mengatakan sejauh ini kewenangan pihaknya hanya memverifikasi kebutuhan masing-masing sekolah.

"Sedangkan proses penggunaan dana BOP di Kabupaten Blitar merupakan kewenangan sekolah yang bersangkutan serta merupakan rekanan yang terbaik. Setelah selesai pembelanjaan anggaran, nanti saat pelaporan dinas sudah selesai, kami akan melakukan pengecekan," janji Buso Kusumarjaka.

Setelah dilakukan mediasi antara massa dengan perwakilan dari dinas pendidikan, massa mengaku puas dengan jawaban dinas pendidikan. Meski begitu, massa tetap meminta dinas mengawasi secara transparan dan maksimal penggunaan dana BOP 2017. (blt1/tri/rev)

Esais, Akademisi Fakultas Hukum, & Koordinator Magister Sains Hukum dan Pembangunan Sekolah Pascasar
Pendar Cahaya Sumamburat
Oleh: Suparto Wijoyo
Rabu, 18 Oktober 2017 18:43 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo. . .             HARI-hari ini Jawa Timur menorehkan geliat mengaduk semangat menjemput mandat pemegang kuasa yang kini sedang ditimang dapat tinggal di Gedung Negara Grahadi. Pilgub Jatim mengg...
Jumat, 13 Oktober 2017 13:51 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie MAg. . .   Subhaana alladzii asraa bi’abdihi laylan mina almasjidi alharaami ilaa almasjidi al-aqshaa alladzii baaraknaa hawlahu linuriyahu min aayaatinaa innahu huwa alssamii’u albashiiru (1).Nama surah ...
Minggu, 24 September 2017 04:49 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Rabu, 20 September 2017 12:08 WIB
VANCOUVER, BANGSAONLINE.com - Penyanyi pop muslim Mozhdah Jamalzadah membuat kegaduhan warganet dengan memosting foto selfie dengan latar belakang monitor yang menggambarkan adegan film bokep.Dia pun langsung dikutuk oleh fansnya. Mereka sang...