Senin, 21 Mei 2018 14:16

Tuntut Transparansi Penggunaan BOP, Diknas Kabupaten Blitar Didemo Ratusan Massa

Jumat, 11 Agustus 2017 18:10 WIB
Wartawan: Akina Nur Al Ana
Tuntut Transparansi Penggunaan BOP, Diknas Kabupaten Blitar Didemo Ratusan Massa
Ratusan masa saat aksi unjuk rasa di depan kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ratusan masa yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Pendidikan menggelar aksi demo di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar di Jl Raya Garum, Jumat (11/8). Mereka berunjuk rasa terkait adanya indikasi korupsi dana Bantuan Operasional atau BOP Pendidikan tahun 2017 di Kabupaten Blitar senilai Rp 23,8 miliar. Massa yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat lainnya itu mengindikasikan adanya penyelewengan dalam penggunaan dana itu.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan, Jontor Siswanto mengatakan, penggunaan dana bagi 1078 TK dan PAUD itu telah dikondisikan oleh rekanan orang dalam dari stakeholder dinas pendidikan. Pengondisikan itu dilakukan melalui Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah atau KKTK dengan memilih pihak rekanan pemenang tender secara tidak transparan.

Selain itu, massa juga menuntut agar menghentikan semua proses yang berkaitan dengan BOP tahun anggaran 2017, sampai Dinas Pendidikan memberikan kepastian tidak ada penyelewengan penggunaan BOP.

"Kami meminta dinas pendidikan untuk mengawasi secara maksimal agar tidak terjadi penyelewengan. Kalau pun hal itu terjadi, harus segera diproses ke ranah hukum," papar Jontot Siswanto.

Menanggapi tuntutan massa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka mengatakan sejauh ini kewenangan pihaknya hanya memverifikasi kebutuhan masing-masing sekolah.

"Sedangkan proses penggunaan dana BOP di Kabupaten Blitar merupakan kewenangan sekolah yang bersangkutan serta merupakan rekanan yang terbaik. Setelah selesai pembelanjaan anggaran, nanti saat pelaporan dinas sudah selesai, kami akan melakukan pengecekan," janji Buso Kusumarjaka.

Setelah dilakukan mediasi antara massa dengan perwakilan dari dinas pendidikan, massa mengaku puas dengan jawaban dinas pendidikan. Meski begitu, massa tetap meminta dinas mengawasi secara transparan dan maksimal penggunaan dana BOP 2017. (blt1/tri/rev)

Kamis, 17 Mei 2018 15:54 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*AHAD pagi itu, 13 Mei 2018, saya bergumul dalam cengkerama keluarga usai menjalankan Shalat Subuh berjamaah di Masjid Ar-Rahman, Western Regency, Surabaya, yang semalamnya (Sabtu, 12 Mei 2018) diresmikan. Sambil menikmati d...
Minggu, 20 Mei 2018 12:10 WIB
Oleh: Dr. KHA Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Wa-aataynaa muusaa alkitaaba waja’alnaahu hudan libanii israa-iila allaa tattakhidzuu min duunii wakiilaan (2).Dzurriyyata man hamalnaa ma’a nuuhin innahu kaana ‘abdan syakuuraan (3).Minggu-...
Sabtu, 19 Mei 2018 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Senin, 14 Mei 2018 00:06 WIB
Pantai Kramat Banyuwangi yang mau dijadikan destinasi wisata.BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kelompok Nelayan Al Karomah bersama pemuda-pemudi Kertosari menggelar kegiatan bersih-bersih Pantai Kramat, Minggu (13/5). Kegiatan bersih-bersih pantai ...